DaerahEkonomi Bisnis

Budidaya Gurame BUMDes Tirtowangi Tembus Pasar Luar Pulau, Desa Tegalwangi Bidik Pasar Nasional

3
×

Budidaya Gurame BUMDes Tirtowangi Tembus Pasar Luar Pulau, Desa Tegalwangi Bidik Pasar Nasional

Share this article
Kepala Desa Tegalwangi, Andi Budi Wibowo menunjukkan kolam milik BUMDES kepada wartawan sudutkota.id. (Foto: sudutkota.id/Adr)

Sudutkota.id – Potensi desa berbasis ketahanan pangan terus dikembangkan di Kabupaten Jember. Salah satunya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirtowangi di Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, yang kini sukses mengembangkan usaha budidaya pembesaran ikan gurame sebagai sektor unggulan desa.

Kepala Desa Tegalwangi Andi Budi Wibowo menjelaskan, dalam satu petak atau satu kolam, jumlah ikan gurame yang dibudidayakan mencapai 15 ribu hingga 20 ribu ekor. Seluruh kolam tersebut dikelola secara bertahap agar hasil panen tetap stabil.

Dijelaskan, usaha perikanan tersebut menjadi salah satu langkah nyata desa dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan enam kolam budidaya yang dimiliki BUMDes Tirtowangi, produksi ikan gurame dari desa tersebut bahkan mampu menembus pasar luar daerah hingga luar pulau.

“Per petak atau per kolam kami ini ikan gurame sekitar 15 ribu hingga 20 ribu ekor. Total ada enam kolam yang dimiliki BUMDes Tirtowangi,” ujarnya saat diwawancarai wartawan sudutkota.id.

Ia menambahkan, masa panen ikan gurame rata-rata membutuhkan waktu sekitar satu tahun dengan catatan kondisi budidaya berjalan normal tanpa gangguan berarti.

“Kalau normal, artinya cuacanya bagus dan ikan tidak terkena penyakit, biasanya usia panen sekitar satu tahun. Standarnya kurang lebih empat sampai lima ekor sudah mencapai berat satu kilogram,” jelasnya.

Namun demikian, faktor cuaca dan kesehatan ikan menjadi tantangan tersendiri dalam budidaya gurame. Menurutnya, ketika ikan terserang penyakit seperti cacar ikan atau kondisi cuaca memburuk, pola pemberian pakan harus lebih diperhatikan.

“Kalau ada kendala seperti cuaca buruk atau ikan terkena cacar, pemberian pakan juga akan terganggu. Karena kalau ikan tidak sehat lalu dipaksa makan, justru bisa tambah rusak,” tambahnya.

Dalam proses budidaya, BUMDes Tirtowangi juga menerapkan metode khusus untuk menjaga kualitas pertumbuhan ikan gurame. Air kolam menggunakan sumber air sumur bor dengan aliran yang diatur agar tidak terlalu deras.

“Kami memakai air pengeboran atau sumur bor. Airnya tidak mengalir deras, hanya dikicir. Kalau ikan gurame itu tidak cocok dengan air yang terlalu deras karena airnya jadi terlalu dingin,” ungkap Andi.

Menurutnya, ikan gurame lebih cocok hidup di kolam dangkal dengan suhu air yang cenderung hangat. Perlakuan tersebut berbeda dengan jenis ikan lain seperti nila maupun koi yang membutuhkan debit air lebih besar.

“Kalau gurame biasanya minta kolam dangkal dan air yang hangat. Terlalu dalam juga tidak baik. Jadi perlakuannya berbeda dengan ikan nila atau koi,” katanya.

Sementara untuk pemasaran, Andi mengaku hasil panen ikan gurame dari Desa Tegalwangi sejauh ini tidak mengalami kendala berarti. Para pengepul maupun pedagang lokal secara rutin mengambil hasil panen untuk dipasarkan ke berbagai daerah.

“Untuk pemasaran sangat gampang. Biasanya pengepul lokal mengambil dari sini lalu dikirim ke Bali maupun beberapa kota di Jawa Timur seperti Surabaya,” jelasnya.

Ia menyebut, pasar ikan gurame lebih banyak menyasar kalangan menengah ke atas. Karena itu, distribusinya mayoritas masuk ke depot dan restoran besar di kota-kota tujuan.

“Rata-rata bukan masuk warung pinggir jalan, tetapi ke depot maupun resto-resto di kota tersebut,” imbuhnya.

Dukungan terhadap pengembangan BUMDes Tirtowangi juga datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember. Sekretaris DPMD Jember, Adif Candra Purdina, menyampaikan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha desa tersebut.

“Kami dari DPMD Jember sangat mensupport usaha BUMDes Desa Tegalwangi ini. Semoga hasil produksi perikanan ini bukan hanya menembus pasar lokal, tetapi juga bisa menguasai pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPMD Jember berkomitmen mendukung penguatan ekonomi desa melalui pengembangan BUMDes yang produktif dan inovatif.

“Kami DPMD Jember siap mendukung untuk mensukseskan BUMDes,” tegasnya.

Dia menambahkan, keberhasilan budidaya ikan gurame yang dikelola BUMDes Tirtowangi menjadi bukti bahwa potensi desa mampu berkembang menjadi sektor ekonomi unggulan apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan, usaha tersebut juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor perikanan berbasis lokal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *