Sudutkota.id– Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendukung percepatan swasembada gula nasional melalui program tanam perdana tebu tahun 2026.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno.
Kegiatan tanam perdana tebu di Jombang tersebut digelar serentak di 15 titik pada 11 kabupaten di Jawa Timur dan terhubung secara virtual dengan pusat komando di Kediri yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Jombang Salmanudin mewakili Bupati Jombang Warsubi, Kepala Balai Besar Proteksi Pembenihan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara, dan sejumlah pejabat lainnya.
Wakil Bupati Jombang Salmanudin, mengatakan Pemkab Jombang menilai program bongkar ratoon menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tebu di Kabupaten Jombang.
“Program ini dilakukan dengan meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Lebih lanjut ia mengatakan program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung industri gula nasional.
“Program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan industri gula nasional,” kata Gus Salman.
Menurutnya, penggunaan varietas unggul dan penerapan teknologi pertanian modern diyakini mampu meningkatkan hasil produksi tebu di Jombang.
“Melalui penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pendampingan intensif kepada petani, kita semua harus optimistis produktivitas tebu di Kabupaten Jombang akan terus meningkat,” tambahnya.
Selain fokus pada peningkatan produksi gula, Pemkab Jombang juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian modern, khususnya perkebunan tebu.
Gus Salman berharap modernisasi pertanian mampu melahirkan agropreneur muda yang inovatif dan berdaya saing di sektor tebu.
“Kami berharap generasi muda mulai tertarik dan terlibat dalam pengembangan sektor pertanian modern, sehingga lahir agropreneur-agropreneur muda di sektor tebu yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jombang Much. Rony menyebut Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Jawa Timur.
“Berdasarkan data tahun 2024, luas lahan tebu di Jombang mencapai 10.787 hektare dengan total produksi mencapai 787.246 ton tebu,” katanya.
Ia menambahkan produktivitas rata-rata mencapai 73 ton per hektare dengan rendemen 7,11 persen.
“Dari angka tersebut, Kabupaten Jombang mampu menghasilkan 61.749 ton gula hablur atau menyumbang sekitar 3 persen kebutuhan gula di Jawa Timur,” ucapnya.
Rony menjelaskan alokasi program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu untuk Kabupaten Jombang meningkat tajam pada tahun 2026.
Jika pada 2025 Jombang hanya mendapat alokasi bongkar ratoon seluas 613,6 hektare dan perluasan areal 61 hektare, maka pada 2026 meningkat menjadi 3.000 hektare untuk bongkar ratoon dan 200 hektare perluasan areal tanam.
“Hingga saat ini capaian luasan lahan telah menyentuh angka 2.600 hektare dari target 3.000 hektare yang ditetapkan, termasuk lahan perluasan baru dan bongkar ratoon,” ujar Rony.
Perlu diketahui, Pemkab Jombang kini terus mempercepat proses Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) serta mendorong percepatan izin pemanfaatan lahan di kawasan hutan agar pengolahan lahan dapat dilakukan lebih awal.




















