Daerah

Sesuai Arahan Bupati, Diskominfo Jember Siapkan Media Jurnalis Pelajar

3
×

Sesuai Arahan Bupati, Diskominfo Jember Siapkan Media Jurnalis Pelajar

Share this article
Sesuai Arahan Bupati, Diskominfo Jember Siapkan Media Jurnalis Pelajar
Kepala Bidang Layanan Media Komunikasi Publik Diskominfo Jember, Sandy Cahyono saat menunjukkan website khusus untuk Jurnalis Pelajar.(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Minat pelajar di Kabupaten Jember terhadap dunia jurnalistik ternyata cukup tinggi.

Bahkan, antusiasme siswa SMP dan SMA dalam mengikuti pelatihan jurnalistik membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember kini telah mengembangkan program Jurnalis Pelajar ke banyak sekolah.

Diskominfo juga memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengisi berita dalam media jurnalis pelajar yang sudah dipersiapkan khusus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Layanan Media Komunikasi Publik Diskominfo Jember, Sandy Cahyono saat diwawancarai wartawan Sudutkota.id di Kantor Diskominfo Jember, Senin (11/5/2026).

Menurut Sandy, program Jurnalis Pelajar awalnya dibuat untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui penulisan berita. Namun di luar dugaan, respons dari pihak sekolah maupun siswa sangat positif.

“Teman-teman di SMP dan SMA ini ternyata punya ekstrakurikuler jurnalistik dan ingin mengembangkan kegiatan tersebut. Respons dari sekolah juga sangat baik,” ujarnya.

Diskominfo Jember saat ini baru mampu menjangkau 20 sekolah dalam satu tahun karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, pelatihan tetap diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk membangun kemampuan dasar jurnalistik para pelajar.

“Memang baru satu kali pelatihan, tapi setelah itu mereka masih bisa menulis berita dan mengirimkan hasilnya ke Diskominfo untuk dipublikasikan di website kami,” jelasnya.

Sandy mengatakan, publikasi karya siswa di website Diskominfo menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah maupun peserta didik.

“Menurut guru-guru, kalau hanya dimuat di website sekolah itu biasa. Tapi kalau sampai dimuat di website Diskominfo, mereka merasa bangga,” katanya.

Dalam program tersebut, siswa diajarkan dasar-dasar penulisan straight news atau berita langsung menggunakan konsep 5W+1H. Tidak hanya teori, para peserta juga diberi kesempatan praktik menulis berita dan belajar teknik fotografi jurnalistik.

“Mereka kami minta menyusun berita, lalu dikirim ke kami untuk direview. Kami sampaikan kekurangannya di mana. Selain itu, mereka juga diajarkan cara mengambil foto yang baik,” ungkap Sandy.

Ia berharap program tersebut bisa menjadi bekal bagi para pelajar di masa depan, terutama bagi yang ingin melanjutkan ke dunia jurnalistik profesional.

“Setidaknya ketika mereka lulus sekolah dan kuliah nanti, mereka sudah punya basic. Bahkan kalau ingin menjadi wartawan, kami sudah membekali mereka,” tambahnya.

Program Jurnalis Pelajar ini juga disebut sejalan dengan arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, yang menilai keberhasilan daerah di masa depan sangat dipengaruhi oleh kemampuan literasi generasi mudanya.

Diskominfo Jember pun membuka peluang kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan ekstrakurikuler jurnalistik.

“Kami senang kalau sekolah punya ekskul jurnalistik. Kalau ingin menumbuhkan bibit-bibit jurnalistik, kami siap support,” tegas Sandy.

Saat ini, Diskominfo Jember juga menerima usulan tambahan enam sekolah SMP untuk mengikuti program tersebut. Jika waktu dan anggaran mencukupi, jumlah peserta pelatihan akan kembali ditambah.

“Kami juga tidak menyangka ternyata tingkat SMP antusiasnya sangat tinggi terhadap bidang jurnalistik,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *