Ekonomi Bisnis

Gelar RUPST, Bank Jatim Bagikan Dividen Rp850 Miliar dan Rombak Pengurus

14
×

Gelar RUPST, Bank Jatim Bagikan Dividen Rp850 Miliar dan Rombak Pengurus

Share this article
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jatim Tahun Buku 2025 di Kantor Pusat Surabaya. (Foto: Humas Bank Jatim)

Sudutkota.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Ruang Bromo, Kantor Pusat Surabaya, Rabu (6/5/2026). Rapat menyetujui pembagian dividen sebesar Rp850,17 miliar atau 55 persen dari laba bersih, serta menetapkan perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus perseroan.

RUPST dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mewakili pemegang saham pengendali, bersama jajaran dewan komisaris, dewan pengawas syariah, dan direksi.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan Tahun Buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih termasuk pembagian bonus dan tantiem, penunjukan kantor akuntan publik, pelaporan penggunaan dana obligasi, hingga pengkinian recovery plan.

Gubernur Khofifah mengapresiasi kinerja Bank Jatim sepanjang 2025 yang dinilai tumbuh impresif dan mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset.

“Kinerja keuangan Bank Jatim menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, penyaluran kredit, serta penguatan dana pihak ketiga,” ujarnya.

Ia juga mendorong Bank Jatim memperkuat posisi sebagai regional champion melalui sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB), percepatan transformasi digital, peningkatan pembiayaan sektor produktif terutama UMKM, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko.

Menurut Khofifah, Bank Jatim memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan bahwa perseroan mampu menjaga kinerja positif di tengah dinamika ekonomi. Hingga akhir 2025, aset konsolidasi tercatat Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen (year on year/YoY), dengan laba bersih Rp1,61 triliun atau naik 24,80 persen.

Untuk kinerja bank only, aset mencapai Rp105,8 triliun dengan laba bersih Rp1,546 triliun, tertinggi di antara BPD di Indonesia.

Memasuki 2026, kinerja Bank Jatim tetap menunjukkan tren positif. Pada kuartal I/2026, laba bersih konsolidasi mencapai Rp661 miliar atau tumbuh 90,41 persen YoY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 39,61 persen menjadi Rp2,35 triliun.

Selain itu, penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp109,22 triliun (tumbuh 40,85 persen YoY), dengan total aset Rp164,07 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp122,80 triliun atau naik 37,59 persen YoY.

“Pencapaian ini tidak lepas dari strategi bisnis, termasuk sinergi dengan UMKM dan digitalisasi layanan,” kata Winardi.

RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp56,62 per saham, meningkat dari tahun sebelumnya Rp54,71 per saham. Dengan harga penutupan saham di level 590, dividen yield BJTM diperkirakan mencapai 9,60 persen.

Selain itu, rapat menetapkan perubahan nomenklatur beberapa jabatan direksi serta pengangkatan pengurus baru. Andry Wicaksono ditetapkan sebagai calon Direktur Manajemen Risiko, sementara Moh. Nasih diangkat sebagai Komisaris Independen. Posisi anggota Dewan Pengawas Syariah diisi Abdullah Syamsul Arifin.

Dengan keputusan tersebut, Bank Jatim menegaskan komitmen untuk memperkuat transformasi bisnis dan menjaga kinerja berkelanjutan sebagai salah satu BUMD penggerak ekonomi daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *