Sudutkota.id – Penataan trotoar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer segera memasuki tahap lanjutan. Pemerintah Kota Malang menyatakan kesiapan untuk menata ulang kawasan tersebut, namun masih menunggu proses serah terima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa sebelumnya proyek drainase di koridor Suhat telah dikerjakan oleh pihak provinsi. Di atas saluran tersebut, nantinya akan difungsikan sebagai trotoar atau jalur pedestrian yang lebih representatif.
“Trotoar yang kemarin itu dibangun bersamaan dengan drainase oleh provinsi, panjangnya sekitar 1,5 kilometer. Sekarang kita menunggu proses serah terima, baru nanti bisa kita tata lebih lanjut,” jelas Dandung, Selasa (21/4).
Ia menegaskan, selama proyek masih dalam masa pemeliharaan dan belum diserahkan secara resmi, Pemkot Malang belum memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan maupun penganggaran di lokasi tersebut.
“Selama belum diserahkan ke Pemkot, kami belum bisa melakukan apa-apa, termasuk pemeliharaan. Setelah itu baru bisa kita intervensi,” tegasnya.
Ke depan, trotoar di kawasan Suhat direncanakan tidak hanya menjadi penutup saluran drainase, tetapi juga dikembangkan sebagai jalur pedestrian yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Dengan lebar yang cukup memadai di beberapa titik, trotoar ini diharapkan mampu mendukung mobilitas pejalan kaki di salah satu ruas jalan tersibuk di Kota Malang.
Dalam perencanaannya, Pemkot Malang juga mengusulkan penggunaan material batu andesit untuk meningkatkan kualitas dan estetika trotoar.
“Kami berharap nantinya menggunakan batu andesit. Selain lebih kuat, juga terlihat lebih rapi dan alami. Itu yang kami dorong dalam diskusi awal,” ujar Dandung.
Namun demikian, keputusan final terkait material tetap berada di pihak provinsi sebagai pelaksana proyek awal. Pemkot Malang hanya memberikan masukan agar hasil pembangunan bisa lebih maksimal dan tahan lama.
Selain pembangunan fisik, Pemkot juga menyiapkan langkah pengawasan agar fungsi trotoar tetap sesuai peruntukannya. Salah satu fokus utama adalah mencegah penyalahgunaan trotoar sebagai area parkir liar yang kerap terjadi di kawasan perkotaan.
“PR kami nanti adalah memastikan trotoar ini benar-benar digunakan untuk pejalan kaki, bukan untuk parkir. Itu yang akan kita jaga,” tambahnya.
Dengan penataan lanjutan ini, kawasan Suhat diharapkan tidak hanya memiliki sistem drainase yang baik, tetapi juga dilengkapi trotoar yang layak, estetis, dan ramah bagi masyarakat pengguna jalan.





















