Seni dan Budaya

Halal Bihalal Reog Malang Raya, Upaya Merawat Tradisi dan Mempererat Seniman

11
×

Halal Bihalal Reog Malang Raya, Upaya Merawat Tradisi dan Mempererat Seniman

Share this article
Kebersamaan para seniman Reog dalam kegiatan Halal Bihalal Reog Malang Raya di Desa Jatikerto yang menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya tradisional. (Foto: Sudutkota.id/RIS)

Sudutkota.id – Suasana kebersamaan terasa kental dalam gelaran Halal Bihalal Reog Malang Raya yang digelar di Desa Jatikerto, Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi para pelaku seni Reog dari berbagai wilayah di Malang Raya usai momentum Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperkuat solidaritas antar seniman.

“Kami ingin momentum ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat bagi seluruh seniman Reog,” ujar Koordinator Acara, Amin Suprianto.

Acara yang digagas oleh panitia bersama dukungan Muspika setempat ini dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari pelaku seni, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah wilayah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas bangsa.

“Kehadiran semua pihak ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap seni tradisi,” kata Amin Suprianto.

Halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum mempererat hubungan antar kelompok Reog yang selama ini tersebar di berbagai daerah. Interaksi antar seniman diharapkan mampu melahirkan kolaborasi baru yang lebih kreatif dan inovatif.

“Kami berharap dari pertemuan ini lahir sinergi yang kuat antar komunitas Reog,” ungkap Amin.

Digelarnya kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk mempersatukan para seniman Reog se-Malang Raya yang memiliki latar belakang dan karakteristik berbeda. Dengan adanya wadah bersama, diharapkan tidak ada lagi sekat antar kelompok seni tradisional.

“Tujuan utama kami adalah menyatukan seluruh seniman Reog dalam satu visi,” jelasnya.

Selain mempererat persaudaraan, acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas agar lebih mengenal kesenian Reog Ponorogo. Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat,

“Kami ingin masyarakat semakin mengenal dan mencintai Reog sebagai warisan budaya,” ujar Amin Suprianto.

Dalam kesempatan tersebut, Amin Suprianto yang akrab disapa Cak Amin menegaskan harapan besar panitia terhadap perkembangan Reog di Malang Raya. Ia menyampaikan.

“Dengan diadakannya acara ini kami segenap panitia serta bolo Reog di Malang Raya tentunya sangat berharap akan berkembangnya kesenian Reog Ponorogo di wilayah Kabupaten Malang maupun Malang Raya. Tidak hanya itu, kerukunan antar pegiat seni Reog juga sangat diperlukan, sekarang ini teman-teman seniman alhamdulillah sudah sangat solid dan rukun. Dengan demikian kami sangat berantusias untuk mengikuti acara festival Reog Ponorogo di Ponorogo mendatang. Karena dengan mengikuti festival yang berskala nasional bahkan internasional tersebut, maka kemampuan atau skill dari teman-teman akan lebih terasah. Kami memang memproyeksikan teman-teman yang hadir pada malam hari ini untuk mengikuti Festival di Ponorogo tahun ini,” ungkap Amin Suprianto.

Melalui Halal Bihalal Reog Malang Raya ini, diharapkan kesenian Reog Ponorogo semakin berkembang dan diminati generasi muda, khususnya di wilayah Malang Raya. Semangat kebersamaan yang terbangun menjadi fondasi penting dalam menjaga warisan budaya bangsa.

“Harapan kami, Reog terus berkembang dan semakin banyak generasi muda yang ikut melestarikannya,” pungkas Amin Suprianto.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *