Sudutkota.id – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi secara simbolis melepas peserta Daul Dug-Dug, tradisi budaya tahunan Kabupaten Sampang, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan ini kembali menyedot perhatian ribuan masyarakat. Tradisi khas Madura tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol kuat pelestarian warisan budaya daerah.
Daul Dug-Dug yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu ikon budaya Kabupaten Sampang. Pemerintah daerah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi kesenian daul agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Antusiasme masyarakat tampak tinggi. Sepanjang rute parade, warga dari berbagai penjuru memadati jalan untuk menyaksikan penampilan peserta dengan dekorasi kreatif serta tabuhan daul yang energik dan memikat. Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari luar daerah juga turut meramaikan acara.
Parade Daul Dug-Dug diikuti 32 peserta, dengan rute dimulai dari Alun-Alun Trunojoyo hingga berakhir di Monumen Trunojoyo. Setiap kelompok menampilkan ciri khas dan kreativitas masing-masing, menjadikan acara semakin semarak.
Dalam sambutannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa Daul Dug-Dug bukan sekadar tradisi, melainkan identitas budaya yang harus dijaga bersama. Pemerintah Kabupaten Sampang, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan budaya.
“Ini bukan sekadar budaya, melainkan identitas kita. Daul Dug-Dug adalah warisan yang harus dilestarikan. Selain menjadi hiburan, juga mempererat kebersamaan dan menjadi kebanggaan masyarakat Sampang,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Aba Idi itu berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan menjadi magnet wisata budaya yang mampu mengangkat nama Sampang di tingkat regional hingga nasional.
“Mari kita lestarikan bersama. Semoga Parade Daul Combo dan Daul Dug-Dug dapat menjadi magnet wisata sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Kabupaten Sampang,” pungkasnya.











