Daerah

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Digelar di Pusdiklatcab Witaraga Madyopuro

3
×

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Digelar di Pusdiklatcab Witaraga Madyopuro

Share this article
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang sekaligus Anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, bersama peserta kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI berfoto bersama di Pusdiklatcab Witaraga, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (11/3). (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda terus digencarkan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pusdiklatcab Witaraga, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada Selasa (11/3) siang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pelajar serta anggota Gerakan Pramuka yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Selain penyampaian materi tentang kebangsaan, kegiatan juga diisi dengan berbagai penampilan dari anggota Pramuka yang menampilkan kreativitas seni dan budaya sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang sekaligus Anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, terutama kepada generasi muda yang menjadi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ginanjar saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (13/3).

Menurutnya, empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama yang menjadi pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar ini menjadi dasar yang menjaga bangsa Indonesia tetap kokoh dan bersatu. Karena itu penting untuk terus disosialisasikan, terutama kepada generasi muda agar mereka memahami jati diri bangsa serta memiliki rasa nasionalisme yang kuat,” ujar Ginanjar.

Ia menjelaskan, di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai pengaruh dari luar yang tidak semuanya sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Oleh karena itu, penguatan pemahaman terhadap ideologi negara dan nilai persatuan menjadi sangat penting.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi kebangsaan seperti ini dapat menjadi ruang edukasi sekaligus diskusi bagi generasi muda untuk memahami lebih dalam makna dari setiap pilar kebangsaan yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Indonesia.

“Generasi muda harus memahami bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kekuatan. Dengan memahami Empat Pilar MPR RI, mereka diharapkan mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI,” jelasnya.

Sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang, Ginanjar juga menilai bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat kebangsaan.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam kegiatan Pramuka sangat sejalan dengan semangat Empat Pilar MPR RI, seperti semangat gotong royong, kedisiplinan, kebersamaan, dan cinta tanah air.

“Pramuka bukan hanya kegiatan kepramukaan semata, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter. Di dalamnya ditanamkan nilai-nilai moral, kebangsaan, serta semangat persatuan yang sangat penting bagi generasi muda,” katanya.

Ginanjar berharap kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda di Kota Malang.

Dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, diharapkan generasi muda mampu menjadi generasi penerus yang memiliki integritas, rasa cinta tanah air, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Harapannya generasi muda tidak hanya memahami Empat Pilar secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun di tengah masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *