Peristiwa

Ditinggal ke Pasar, Rumah Penjual Cilok di Sukun Hangus: Ibu dan Balita Luka Bakar

304
×

Ditinggal ke Pasar, Rumah Penjual Cilok di Sukun Hangus: Ibu dan Balita Luka Bakar

Share this article
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di lokasi rumah kayu milik keluarga penjual cilok di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Sudutkota.id/Istimewa)

Sudutkota.id – Musibah kebakaran tragis menimpa sebuah keluarga penjual cilok di Jalan Tanjung Putra Yudha V, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin pagi (12/1/2026). Rumah kayu sederhana berukuran 5×7 meter yang mereka huni hangus dilalap api, diduga kuat akibat kebocoran gas elpiji. Akibat kejadian ini, sang ibu dan anak bungsunya yang masih berusia 4 tahun mengalami luka bakar.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 07.53 WIB. Saat api mulai membesar, sang kepala keluarga diketahui sedang berada di pasar untuk membeli keperluan dagang. Di dalam rumah hanya terdapat sang istri dan anak bungsunya, sementara anak-anak lainnya tidak berada di lokasi.

Diduga kebocoran gas memicu percikan api yang kemudian dengan cepat membakar bangunan rumah yang mayoritas berbahan kayu. Dalam waktu singkat, api melahap seluruh bagian rumah tanpa sempat diselamatkan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan memberikan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan api sekaligus mengevakuasi korban dari dalam rumah. Sang istri dan anak balitanya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit Tingkat II Soepraoen (RST Soepraoen) Malang untuk mendapatkan perawatan medis.

UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang menerima laporan kebakaran dan segera bergerak cepat. Petugas berangkat dari markas pukul 07.56 WIB dan tiba di lokasi pukul 08.04 WIB setelah menempuh jarak sekitar 3,2 kilometer.

Sebanyak 17 personel dikerahkan dengan dukungan lima unit armada pemadam kebakaran, yakni Ayaxx 09, Matra 08, Tangki 05, Kajama, dan Semut Ireng. Proses pemadaman dimulai pukul 08.05 WIB.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan bahwa saat petugas tiba, api masih menyala dan ditemukan beberapa titik api aktif.

“Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada api tersembunyi atau hidden fire. Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit,” jelasnya.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 08.50 WIB. Selama operasi pemadaman, petugas menghabiskan kurang lebih 8.000 liter air. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua orang mengalami luka bakar, yakni ibu rumah tangga dan anak laki-lakinya yang masih berusia 4 tahun.

Rumah tersebut diketahui milik Erwan Susanto dan dihuni oleh tujuh orang, yakni pasangan suami istri bersama lima anak. Akibat kebakaran tersebut, seluruh bangunan rumah beserta sebagian besar harta benda hangus terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta.

Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga tersebut juga kehilangan sumber penghidupan karena sebagian peralatan usaha turut terbakar. Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran rumah akibat kebocoran gas di kawasan permukiman padat Kota Malang.

Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan rutin memeriksa kondisi tabung, selang, serta regulator gas elpiji guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama pada rumah dengan konstruksi semi permanen atau berbahan kayu yang mudah terbakar.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *