Daerah

Cak Nur dan Mas Heli Tinjau Langsung Luapan Air di Dusun Beru

66
×

Cak Nur dan Mas Heli Tinjau Langsung Luapan Air di Dusun Beru

Share this article
Cak Nur dan Mas Heli mendatangi lokasi luapan air. (Foto: Sudutkota.id/RSW)

Sudutkota.id – Wali Kota Batu dan Wakil Wali Kota Batu Nurochman-Heli Suyanto turun langsung ke lokasi terdampak luapan air di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Minggu (4/1/2026) malam.

Meski peninjauan dipusatkan di Dusun Beru, Cak Nur menegaskan bahwa perhatian pemerintah mencakup dua titik luapan utama, yakni Desa Bulukerto dan Desa Bumiaji, yang kerap terdampak setiap hujan deras.

Dalam kunjungan tersebut, Cak Nur bersama jajaran OPD terkait mendengarkan langsung keluhan warga terkait tingginya debit air yang membawa lumpur dan material kayu. Turut hadir Kepala Dinas PUPR, Kalaksa BPBD, serta unsur Kecamatan Bumiaji untuk memastikan respons cepat di lapangan.

Sebagai langkah awal penanganan jangka panjang, Wali Kota menginstruksikan Dinas PUPR segera melakukan pemetaan melalui foto udara di kawasan terdampak.

“Foto udara ini penting untuk memetakan alur sungai dan kanal banjir yang ada. Dari data tersebut, kita bisa menentukan intervensi kebijakan, apakah perlu penambahan kanal baru atau sudetan untuk memecah debit air,” tegas Cak Nur di lokasi.

Namun demikian, Cak Nur menekankan bahwa solusi banjir tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik. Ia secara khusus menyoroti persoalan alih fungsi lahan di kawasan hulu yang dinilai menjadi salah satu pemicu utama banjir lumpur.

“Pemerintah bisa menambah sudetan, tapi harus dibarengi komitmen bersama menjaga kawasan hulu. Pengelola hutan harus berpikir jangka panjang, karena ada masyarakat di wilayah bawah yang keselamatannya ikut dipertaruhkan,” ujarnya.

Mas Heli menambahkan sebenarnya BPBD telah melakukan upaya mitigasi sejak beberapa bulan lalu. Namun kondisi di lapangan menunjukkan tantangan besar akibat aliran air yang membawa material berat.

“Sebanyak apa pun kanal tidak akan cukup jika air membawa lumpur, sampah, dan potongan kayu. Kesadaran menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke sungai menjadi kunci agar penanganan di hilir tidak sia-sia,” katanya.

Selain itu, Heli memastikan koordinasi lanjutan antara DPUPR, BPBD, dan Damkarmat untuk mempercepat pembersihan sisa lumpur serta material kayu yang menyumbat aliran air.

“Sehingga aktivitas warga Dusun Beru dapat kembali normal seperti sedia kala. Kami juga akan melakukan pemantauan secara berkala,” tutupnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *