Sudutkota.id – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyoroti pentingnya pengembangan olahraga strategi seperti Orado sebagai wadah positif bagi generasi muda.
Menurutnya, Orado bukan sekadar permainan, melainkan sarana efektif untuk mengasah pola pikir, membangun mental, serta menumbuhkan sportivitas di kalangan anak-anak dan remaja, Minggu (29/3).
Dalam keterangannya, Amithya menyampaikan bahwa saat ini anak muda membutuhkan lebih banyak alternatif kegiatan yang tidak hanya berfokus pada dunia digital. Aktivitas seperti Orado dinilai mampu menghadirkan interaksi langsung antar pemain, yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan permainan berbasis daring.
“Anak-anak kita perlu punya alternatif kegiatan yang sehat dan membangun. Tidak hanya berkutat di dunia maya, tetapi juga bertemu langsung dengan lawan. Dari situ mental, ketahanan, dan cara berpikir mereka akan terasah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam permainan Orado, setiap pertandingan menghadirkan dinamika dan tantangan yang berbeda. Hal ini mendorong pemain untuk terus beradaptasi, menyusun strategi, serta memahami karakter lawan. Proses tersebut dinilai penting dalam membentuk kemampuan analisis dan pengambilan keputusan.
“Setiap game punya nuansa tersendiri. Anak-anak belajar membaca situasi, memahami lawan, dan menyusun strategi. Jadi tidak hanya soal menang, tapi juga proses berpikir dan membangun relasi,” tambahnya.
Amithya juga melihat potensi besar Orado untuk dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dengan sekolah maupun organisasi kepemudaan. Ia mendorong agar kegiatan ini bisa diintegrasikan dalam bentuk ekstrakurikuler atau komunitas, sehingga menjangkau lebih banyak anak muda di Kota Malang.
“Kita bisa mulai menggait sekolah atau komunitas agar anak-anak punya wadah. Yang penting mereka punya kegiatan alternatif yang positif, yang bisa mengarahkan energi mereka ke hal-hal yang bermanfaat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Orado termasuk dalam kategori olahraga strategi atau olahraga otak yang tidak kalah penting dibandingkan olahraga fisik. Selain melibatkan kemampuan berhitung dan taktik, permainan ini juga menuntut kekuatan mental pemain dalam menghadapi tekanan selama pertandingan.
“Dalam Orado itu ada perhitungan, strategi, dan juga mental. Kadang kartu atau kondisi yang kita miliki tidak selalu menguntungkan. Di situlah bagaimana kita mengelola situasi, tetap tenang, dan memaksimalkan potensi yang ada,” paparnya.
Ia pun mengapresiasi semangat berbagai pihak yang mulai menginisiasi pengembangan Orado di Kota Malang, meskipun secara administratif masih dalam proses. Menurutnya, langkah awal ini patut didukung agar ke depan terbentuk ekosistem yang lebih kuat.
“Saya melihat sudah ada semangat dari berbagai pihak. Walaupun mungkin belum semua formal, tapi ini sudah jadi langkah baik. Tinggal bagaimana kita memperluas jejaring agar lebih banyak anak muda bisa terlibat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Amithya berpesan kepada seluruh peserta kompetisi Orado untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas.
“Bertandinglah dengan semangat, jujur, dan penuh sportivitas. Nikmati setiap pertandingan, karena setiap permainan punya keunikan dan pelajaran tersendiri,” pungkasnya.





















