KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Rehabilitasi jalan Kebobang–Balesari di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, telah rampung pada Agustus 2026. Pengaspalan sepanjang 129 meter dengan lebar 6 meter ini diharapkan memperbaiki akses masyarakat menuju pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, hingga destinasi wisata.
Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Kurniawan Wijayanto, menjelaskan bahwa paket rehabilitasi tersebut berada di wilayah Desa Kebobang dan masuk dalam usulan teknokratik penanganan infrastruktur jalan.
“Pekerjaan rehabilitasi jalan Kebobang–Balesari ini sudah selesai pada Agustus 2026. Penanganannya berupa pengaspalan dengan panjang 129 meter dan lebar 6 meter,” jelas Kurniawan saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, penanganan tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi permukaan jalan, terutama pada bagian lapisan hotmix lama yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data pekerjaan, tingkat kerusakan pada kondisi jalan eksisting tercatat sekitar 15 persen.
Kurniawan menegaskan, penyelesaian pekerjaan telah mencapai progres 100 persen. Artinya, seluruh pekerjaan yang tercakup dalam paket rehabilitasi tersebut telah dituntaskan sesuai volume yang direncanakan.
“Progres pekerjaan sudah 100 persen dan selesai pada Agustus lalu,” tegasnya.
Ia menambahkan, perbaikan jalan ini memiliki manfaat strategis karena mendukung akses masyarakat menuju sejumlah titik aktivitas penting. Di antaranya Pasar Tumpangrejo, SDN 4 Kebobang, serta kawasan wisata Lembah Indah Malang.
Menurut Kurniawan, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu menunjang mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Akses menuju pasar menjadi penting bagi kegiatan perdagangan, sementara jalur menuju sekolah dan kawasan wisata turut mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
“Manfaat penanganan jalan ini diharapkan bisa dirasakan masyarakat, terutama untuk mendukung akses menuju pasar, sekolah, dan kawasan wisata,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan perlu diarahkan pada kebutuhan masyarakat serta konektivitas antarwilayah. Karena itu, penanganan jalan menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Meski pekerjaan telah rampung, kondisi jalan tetap perlu dipantau agar kualitas permukaannya terjaga dan kerusakan tidak kembali meluas. Pemeliharaan berkala menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan infrastruktur yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kurniawan berharap, selesainya rehabilitasi jalan Kebobang–Balesari dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses menuju pusat ekonomi, fasilitas pendidikan, dan destinasi wisata di wilayah Wonosari.
“Dengan selesainya pekerjaan ini, kami berharap akses masyarakat semakin baik dan manfaatnya bisa menunjang aktivitas warga,” pungkas Kurniawan.





















