Nasional

Azhari Cage Tanggung Rp22 Juta untuk Pulangkan Jenazah Warga Aceh dari Malaysia

6
×

Azhari Cage Tanggung Rp22 Juta untuk Pulangkan Jenazah Warga Aceh dari Malaysia

Share this article
Azhari Cage Tanggung Rp22 Juta untuk Pulangkan Jenazah Warga Aceh dari Malaysia
Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, membantu biaya pemulangan jenazah Sufrijal dari Malaysia ke Aceh dengan dana pribadi sekitar Rp22 juta.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Biaya pemulangan jenazah dari luar negeri menjadi beban yang harus dihadapi keluarga Sufrijal, warga Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, yang meninggal dunia di Malaysia.

Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, membantu menanggung biaya pemulangan yang diperkirakan mencapai Rp22 juta.

Sufrijal, 26 tahun, meninggal di Rumah Sakit Pulau Pinang, Malaysia, pada 20 Oktober 2026 pukul 07.05 waktu setempat setelah menjalani perawatan akibat gangguan paru. Azhari mengatakan, bantuan itu diberikan setelah keluarga almarhum menghubunginya untuk meminta pertolongan.

“Saya ditelepon oleh abang almarhum bernama Hendra dan ayah almarhum untuk meminta bantu memulangkan anaknya yang telah meninggal,” ujar Azhari kepada wartawan, Rabu malam (21/10/2026).

Azhari menyebut biaya pemulangan tersebut ditanggungnya secara pribadi, mulai dari Pulau Pinang hingga Paya Naden, Madat, Aceh Timur. Jenazah dijadwalkan diberangkatkan dari Kuala Lumpur pada Kamis (22/10/2026) pukul 14.55 waktu Malaysia, sebelum diterbangkan ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Setibanya di Kualanamu, jenazah diperkirakan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju rumah duka di Aceh. Proses pemulangan ini menjadi bagian penting agar keluarga dapat menerima dan mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Di tengah proses tersebut, Azhari juga menyampaikan apresiasi kepada warga Aceh di Malaysia dan pihak lain yang telah membantu Sufrijal semasa hidup. Menurutnya, dukungan antarsesama warga Aceh menjadi bentuk solidaritas bagi mereka yang berada jauh dari kampung halaman.

“Terima kasih juga kepada para pihak, terutama warga asal Aceh di Malaysia, yang telah membantu almarhum semasa hidup. Ini menunjukkan persatuan kita masih sangat kuat,” katanya.

Azhari berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan mendoakan agar almarhum mendapat ampunan serta amal ibadahnya diterima. Sementara itu, jadwal kedatangan dan perjalanan darat jenazah tetap perlu dipastikan kembali agar keluarga dan pihak yang menjemput memperoleh informasi yang tepat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *