Olahraga

Laskar Ken Arok Siap Menggeliat! Persema Bangkit, Target Tembus Liga 3

18
×

Laskar Ken Arok Siap Menggeliat! Persema Bangkit, Target Tembus Liga 3

Share this article
Laskar Ken Arok Siap Menggeliat! Persema Bangkit, Target Tembus Liga 3
Kepala Dispora Kota Malang, Dr. Arif Tri Sastryawan menyampaikan persiapan kebangkitan Persema Malang menghadapi Liga 4 2026, dengan dukungan anggaran sarana latihan Rp300 juta dan Stadion Gajayana yang disiapkan sebagai kandang tim.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Kebangkitan Persema Malang mulai menunjukkan arah. Tim berjuluk Laskar Ken Arok itu bersiap mengarungi kompetisi Liga 4 2026 dengan dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sebesar Rp300 juta.

Targetnya tidak sekadar meramaikan kompetisi, tetapi membangun kembali kejayaan Persema dan membuka jalan menuju Liga 3.

Persiapan tersebut kini memasuki tahap pembentukan skuad. Sebanyak 150 pemain telah mendaftar untuk mengikuti seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 di Stadion Gajayana. Antusiasme pendaftar menjadi modal awal bagi Persema untuk menjaring pemain potensial, baik dari Kota Malang, Malang Raya, maupun luar daerah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Malang, Dr Arif Tri Sastryawan, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Sudutkota.id, Senin (19/10/2026).

Arif menjelaskan, Pemkot Malang menyiapkan anggaran Rp300 juta melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung kebutuhan dasar latihan Persema. Bantuan itu mencakup pengadaan bola, jersey latihan, rompi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

“Persema saat ini masih di Liga 4. Artinya, masih diperbolehkan mendapatkan bantuan dari anggaran pemerintah kota. Tetapi perlu digarisbawahi, pemerintah membantu dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana latihan, seperti pembelian bola, jersey latihan, rompi, dan perlengkapan lainnya,” ujar Arif, Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan, dukungan tersebut difokuskan pada fasilitas latihan, bukan untuk membiayai seluruh kebutuhan operasional klub. Dispora kini menyiapkan realisasi pengadaan agar perlengkapan yang dibutuhkan dapat segera tersedia.

“Anggarannya Rp300 juta. Segera kami realisasikan pembelanjaannya agar kebutuhan sarana dan prasarana latihan bisa tercukupi,” jelasnya.

Di tengah persiapan fasilitas, seleksi pemain menjadi tahapan penting untuk membangun kekuatan tim. Dari 150 pendaftar, pelatih akan menilai kemampuan dan menentukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan Persema.

Arif menyebut, seleksi tidak dibatasi jumlah pesertanya. Namun, komposisi akhir skuad diperkirakan berkisar 25–30 pemain, menyesuaikan kebutuhan tim dan keputusan manajemen bersama pelatih.

“Informasi terakhir yang saya terima, sudah ada 150 orang yang mendaftar. Untuk seleksi tidak ada batasan jumlah peserta. Nanti berapa pemain yang dibutuhkan akan ditentukan oleh manajer dan pelatih, Coach Farrudin,” terangnya.

Dispora berharap kerangka tim sudah terbentuk pada November 2026. Dengan demikian, Persema memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sebelum menghadapi persaingan Liga 4.

Stadion Gajayana Kembali Jadi Kandang Laskar Ken Arok

Kebangkitan Persema juga ditopang kesiapan Stadion Gajayana yang direncanakan menjadi lokasi seleksi sekaligus kandang tim selama kompetisi Liga 4 2026.

Menurut Arif, kondisi rumput lapangan telah ditinjau oleh ASCOT Persatuan Kota Malang dan dinilai layak digunakan. Fasilitas pendukung, termasuk ruang ganti pemain, juga disebut telah memadai untuk menunjang pertandingan.

“Stadion Gajayana sudah sangat layak untuk mengarungi Liga 4. Rumputnya sudah ditinjau langsung oleh ASCOT Persatuan Kota Malang dan dinilai layak digunakan. Sarana prasarana lainnya, seperti ruang ganti pemain, juga sudah memadai,” ungkapnya.

Bagi Arif, Stadion Gajayana bukan sekadar tempat pertandingan. Stadion tersebut menyimpan sejarah panjang perjalanan sepak bola Kota Malang, termasuk kiprah Persema dan Arema. Karena itu, kembalinya Persema ke stadion tersebut diharapkan dapat menghidupkan lagi atmosfer sepak bola yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat.

“Arema, Persema, dan Stadion Gajayana ini tidak bisa dipisahkan. Stadion ini mempunyai sejarah bagi perjalanan sepak bola Kota Malang. Kami berharap ketika Persema kembali bermain di Gajayana, atmosfer pertandingan semakin menarik dan semangat para pemain juga meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, Dispora telah berkoordinasi dengan pimpinan untuk mempercepat persiapan Persema, termasuk melengkapi kebutuhan latihan dan memastikan kesiapan Stadion Gajayana sebagai kandang tim.

Selain menyiapkan stadion dan perlengkapan latihan, Pemkot Malang juga mempersiapkan tempat bagi pemain serta jajaran tim. Bekas kantor Kelurahan Blimbing di Jalan L.A. Sucipto direncanakan menjadi basecamp Persema.

Bangunan tersebut masih dalam proses perbaikan dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Fasilitas itu diharapkan dapat menunjang aktivitas pemain, pelatih, dan manajer selama menjalani persiapan kompetisi.

“Sekarang masih dalam proses perbaikan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah selesai, sehingga kerangka tim, pelatih, manajer, dan para pemain sudah mendapatkan tempat untuk menjadi home base mereka,” tutur Arif.

Bagi Dispora, keberhasilan Persema tidak cukup diukur dari keikutsertaan dalam kompetisi. Kebangkitan tim juga diharapkan mampu mengembalikan gairah sepak bola Kota Malang dan membangkitkan dukungan Ngalamania.

Target menembus Liga 3 menjadi harapan yang ingin diperjuangkan melalui pembentukan skuad, pemenuhan fasilitas latihan, serta kesiapan stadion. Meski demikian, pencapaian tersebut tetap bergantung pada kualitas pemain, strategi pelatih, dan hasil pertandingan di lapangan.

Arif berharap Persema kembali menjadi kekuatan sepak bola yang mampu membawa nama Kota Malang ke tingkat lebih tinggi. Ia juga menginginkan Persema dan Arema dapat tumbuh bersama dalam memperkuat identitas sepak bola Malang.

“Harapan kami, prestasi Persema bisa digali kembali dan kejayaannya dapat dikembalikan. Atmosfer sepak bola di Kota Malang, khususnya Ngalamania, juga bisa bangkit lagi sehingga Arema dan Persema dapat berjalan beriringan untuk mengharumkan nama Kota Malang khususnya dan Malang Raya pada umumnya,” pungkas Arif Tri Sastryawan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *