Peristiwa

Geger Bayi Perempuan Ditemukan Menangis dalam Kardus Mi Instan di Sukun, Polisi Buru Orang Tuanya

8
×

Geger Bayi Perempuan Ditemukan Menangis dalam Kardus Mi Instan di Sukun, Polisi Buru Orang Tuanya

Share this article
Geger Bayi Perempuan Ditemukan Menangis dalam Kardus Mi Instan di Sukun, Polisi Buru Orang Tuanya
Istri Hariyanto saat menggendong bayi perempuan yang ditemukan di dalam kardus mi instan di kawasan Jalan S. Supriadi Gang 9, Kelurahan Sukun, Kota Malang, didampingi petugas kepolisian di dalam rumahnya.(Sudutkota.id/Istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Warga Jalan S. Supriadi Gang 9, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan yang diduga sengaja ditinggalkan di dalam kardus mi instan, Senin (19/10/2026) dini hari.

Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi menangis di area pinggir lapangan terbuka, tepat di samping rumah warga.

Penemuan itu terungkap sekitar pukul 04.30 WIB, ketika Hariyanto (52), warga setempat, mendengar suara tangisan bayi dari samping rumahnya. Merasa curiga, ia segera mencari sumber suara tersebut hingga mendapati seorang bayi perempuan dalam posisi telungkup di dalam kardus.

Temuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Hariyanto kemudian meminta bantuan warga untuk menyelamatkan bayi yang masih membutuhkan perawatan tersebut.

Warga berinisiatif memberikan pakaian dan susu formula sebelum berkoordinasi untuk membawa bayi itu ke fasilitas kesehatan. Petugas kepolisian bersama relawan ambulans kemudian mengevakuasi bayi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, membenarkan penemuan bayi tersebut. Ia mengatakan, laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Sukun dengan mendatangi lokasi dan berkoordinasi bersama warga serta relawan ambulans.

“Begitu menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Sukun segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan warga serta relawan ambulans. Prioritas utama kami adalah memastikan bayi mendapatkan pertolongan dan perawatan medis,” jelas Lukman.

Menurutnya, kondisi bayi dilaporkan sehat dan stabil saat mendapatkan penanganan medis. Meski demikian, identitas bayi, usia pasti, serta pihak yang diduga meninggalkannya masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Tak hanya menangani penemuan bayi, polisi kini berupaya mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penelantaran tersebut. Penelusuran dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari warga di sekitar lokasi kejadian.

Lukman menjelaskan, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV yang dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas mencurigakan sebelum bayi ditemukan.

“Untuk usia bayi secara pasti masih belum diketahui. Saat ini, kami masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri informasi di sekitar lokasi, termasuk berkoordinasi dengan warga serta memeriksa rekaman CCTV yang berpotensi membantu mengungkap kejadian ini,” ujarnya.

Polsek Sukun turut berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat untuk menggali informasi dari lingkungan sekitar. Kepolisian juga merencanakan koordinasi dengan puskesmas, rumah sakit bersalin di sekitar lokasi, serta Dinas Sosial Kota Malang guna memperoleh informasi yang relevan dengan penanganan kasus tersebut.

Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas orang tua bayi maupun motif di balik dugaan tindakan meninggalkan bayi tersebut. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengurai kronologi secara utuh sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif dan identitas orang tua maupun pihak yang diduga meninggalkan bayi. Saat ini, semuanya masih dalam proses penelusuran,” pungkas Lukman.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait penemuan bayi tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib. Informasi dari warga, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi, diharapkan dapat membantu mengungkap peristiwa yang mengundang keprihatinan tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *