Nasional

Yashinta Dorong Anak Muda Kawal Kebijakan, Sekolah di Yogyakarta Siapkan Tempat Sampah Elektronik

17
×

Yashinta Dorong Anak Muda Kawal Kebijakan, Sekolah di Yogyakarta Siapkan Tempat Sampah Elektronik

Share this article
Yashinta Dorong Anak Muda Kawal Kebijakan, Sekolah di Yogyakarta Siapkan Tempat Sampah Elektronik
Anggota DPD RI DIY, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, berdialog dengan pelajar dalam Jogja Youth Town Hall di Yogyakarta.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Keterlibatan generasi muda dalam demokrasi tidak cukup hanya dengan menggunakan hak pilih saat pemilu. Anak muda juga perlu berani menyampaikan aspirasi dan mengawasi kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka.

Hal ini disoroti anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, dalam dialog bersama pelajar, pada Rabu (14/10/2026).

Yashinta menilai keputusan politik berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk kondisi ekonomi dan kesempatan kerja. Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak apatis terhadap politik.

“Maka dari itu selalu aku sampaikan bahwa teman-teman sebagai anak muda yang hari ini kita bicara tentang Indonesia Emas 2045 itu enggak boleh Golput,” tegasnya.

Menurut Yashinta, partisipasi anak muda juga harus diwujudkan melalui keterlibatan yang bermakna atau meaningful participation. Aspirasi mereka perlu didengar dan dipertimbangkan oleh para pengambil kebijakan, bukan sekadar menjadi pelengkap dalam forum diskusi.

“Jabatan politik ini kan lima tahun ya, jadi minimal punya komitmen untuk mendengarkan curhatan, keluh kesah, aspirasi teman-teman apalagi sekarang ada sosial media. Jadi gak ada alasan politisi tidak bekerja atau tidak tahu apa yang terjadi di lapangan,” ujar Yashinta.

Di luar persoalan politik, pengelolaan sampah elektronik turut menjadi perhatian dalam Jogja Youth Town Hall bertema “Semangat Muda Merawat Bangsa, Budaya, dan Bumi” di SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul, dan SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Founder E-WasteRJ, Rafa Jafar, menilai sekolah dapat berperan membentuk kebiasaan memilah limbah elektronik sejak dini.

“Terlepas dari regulasinya apa, terlepas dari kewajibannya apa, kita mau menjadikan pembuangan sampah itu menjadi kebiasaan yang mudah diingat,” kata Rafa.

Menurutnya, edukasi sejak usia sekolah dapat membantu membentuk kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan hingga dewasa.

Sebagai langkah konkret, Rafa menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Yogyakarta akan menyediakan tempat sampah khusus untuk limbah elektronik.

“Kita butuh bantuan teman-teman, kita gak bisa sendirian. Kita butuh bantuan teman-teman untuk memilah sampah dari barang elektronik bekas supaya kita bisa daur ulang,” ujarnya.

Yashinta kemudian mengajak pelajar untuk tetap kritis, berani menyuarakan keresahan, dan peduli terhadap persoalan sosial maupun lingkungan. Ia menegaskan bahwa kebijakan publik memiliki konsekuensi langsung terhadap kehidupan masyarakat, sehingga generasi muda perlu ikut mengawasi proses pengambilan keputusan.

“Aku memohon kerjasama gotong royong teman-teman kita sebagai warga Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus menjadi individu yang kritis, tidak apatis dengan politik karena apapun hasil kebijakan itu menentukan kehidupan kita sehari-hari,” tutup Yashinta.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *