Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi Sehari di Kabupaten Malang, Rumah di Dau Rugi Rp100 Juta

15
×

Tiga Kebakaran Terjadi Sehari di Kabupaten Malang, Rumah di Dau Rugi Rp100 Juta

Share this article
Tiga Kebakaran Terjadi Sehari di Kabupaten Malang, Rumah di Dau Rugi Rp100 Juta
Petugas Damkar Kabupaten Malang melakukan pemadaman kebakaran rumah di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, yang menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Tiga peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Malang dalam sehari, Jumat (9/10/2026). Kebakaran melanda rumah di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, lahan bambu di Desa Pakisjajar, serta lahan tebu di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis.

Dari tiga kejadian tersebut, kebakaran rumah di Kalisongo menyebabkan taksiran kerugian material paling besar, mencapai sekitar Rp100 juta. Sementara itu, kebakaran lahan bambu dan lahan tebu masing-masing menghanguskan area sekitar 500 meter persegi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Sabtu (10/10/2026), menjelaskan bahwa seluruh kejadian tersebut ditangani oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang.

Berdasarkan laporan yang diterima, penyebab kebakaran rumah di Kalisongo dan lahan bambu di Pakisjajar masih belum diketahui. Adapun kebakaran lahan tebu di Tirtomoyo diduga bermula dari aktivitas pembakaran daduk atau daun tebu kering yang kemudian merembet ke lahan di sekitarnya.

Win menjelaskan, salah satu kejadian kebakaran terjadi di sebuah rumah di Jalan Dieng Atas, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Warga sekitar melihat kobaran api cukup besar sekitar pukul 16.10 WIB, kemudian berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas Damkar.

“Laporan kami terima pukul 16.28 WIB. Petugas langsung berangkat dan tiba di lokasi pukul 16.47 WIB,” ujar Win berdasarkan laporan penanganan kebakaran tersebut.

Petugas Damkar Regu 3 mengerahkan dua unit kendaraan pemadam, yakni U7 dan U2, dengan kekuatan lima personel. Penanganan juga melibatkan satu personel Babinsa.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 17.50 WIB. Area rumah yang terbakar diperkirakan berukuran 5 x 5 meter, sedangkan sumber api hingga kini belum diketahui berdasarkan laporan awal.

Win menegaskan, taksiran kerugian material akibat kebakaran rumah tersebut mencapai sekitar Rp100 juta. Meski demikian, laporan awal belum mencantumkan identitas pemilik rumah maupun rincian kerusakan secara terperinci.

Selain kebakaran rumah, petugas Damkar Kabupaten Malang juga menangani kebakaran lahan bambu di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis.

Menurut laporan yang diterima, warga melihat kobaran api sekitar pukul 15.10 WIB. Warga kemudian berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

“Petugas menerima laporan pukul 15.15 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi. Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.25 WIB,” imbuh Win.

Dalam penanganan tersebut, Regu 3 mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U7 dan U10, dengan lima personel. Luas lahan bambu yang terbakar diperkirakan mencapai 500 meter persegi.

Namun, sumber api masih belum diketahui. Laporan awal hanya menyebutkan taksiran kerugian material mencapai jutaan rupiah tanpa mencantumkan nominal pasti.

Win menegaskan, penyebab kebakaran lahan bambu tersebut belum dapat dipastikan. Karena itu, diperlukan informasi lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul dan menyebar di area tersebut.

Kebakaran ketiga terjadi di lahan tebu di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, pada Jumat petang. Dalam laporan Damkar, peristiwa tersebut bermula ketika petugas keamanan kawasan Araya melihat seseorang membakar daduk kering sekitar pukul 17.00 WIB.

Api kemudian merembet ke lahan tebu kering yang berada dekat permukiman warga. Mengetahui kondisi tersebut, petugas keamanan segera menghubungi Damkar Kabupaten Malang untuk meminta bantuan pemadaman.

“Laporan masuk pukul 18.07 WIB. Unit berangkat pukul 18.11 WIB dan tiba di lokasi pukul 18.21 WIB,” jelas Win.

Petugas mengerahkan satu unit kendaraan pemadam U6 dari Pos Singosari dengan tiga personel. Penanganan juga dibantu tujuh petugas keamanan Araya.

Setelah melakukan pemadaman, petugas menyatakan api berhasil dikendalikan pada pukul 20.10 WIB. Luas lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai 500 meter persegi.

Win menegaskan, berdasarkan kronologi dalam laporan, kebakaran lahan tebu tersebut berkaitan dengan pembakaran daduk kering yang kemudian merembet ke vegetasi kering di sekitarnya. Namun, informasi mengenai identitas orang yang melakukan pembakaran maupun tindak lanjut atas kejadian tersebut belum tercantum dalam laporan awal.

Rangkaian tiga kejadian kebakaran dalam sehari tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api, terutama di lahan terbuka yang ditumbuhi vegetasi kering dan berada tidak jauh dari permukiman warga.

Win mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pembakaran sisa tanaman atau sampah secara terbuka berisiko menimbulkan api yang sulit dikendalikan ketika merembet ke area sekitarnya.

“Apabila melihat kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melapor agar petugas bisa melakukan penanganan secepat mungkin,” pungkas Win.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *