Daerah

Perhatikan Wong Cilik, Resmi Mobil Cinta Antar Pulang Pasien Diluncurkan Bupati Fawait

4
×

Perhatikan Wong Cilik, Resmi Mobil Cinta Antar Pulang Pasien Diluncurkan Bupati Fawait

Share this article
Perhatikan Wong Cilik, Resmi Mobil Cinta Antar Pulang Pasien Diluncurkan Bupati Fawait
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meluncurkan Mobil Cinta antar pasien tidak mampu.(Sudutkoota.id/Winardi NP)

JEMBER, Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang berpihak pada wong cilik. Bertepatan dengan peringatan 2nd Anniversary Universal Health Coverage (UHC), Pemkab Jember resmi meluncurkan layanan Mobil Cinta, yakni layanan antar-pulang gratis bagi pasien kurang mampu yang telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Peluncuran Mobil Cinta digelar di halaman RSD Balung, Kamis (8/10/2026). Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto beserta jajaran, Direktur RSD Balung dr. Nyoman Semita, para camat se-Kabupaten Jember, serta sejumlah tamu undangan.

Momen haru terlihat saat Bupati Fawait bersama rombongan mendorong kursi roda pasien yang telah dinyatakan sehat menuju Mobil Cinta untuk kemudian diantar pulang ke rumah secara gratis.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, Mobil Cinta lahir dari semangat pemerintah untuk membela wong cilik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah Kabupaten Jember sesuai arahan Presiden Prabowo untuk betul-betul membela wong cilik, terutama mereka yang tidak mampu. Maka kita mulai dari perbaikan pelayanan dasar. Salah satunya di bidang kesehatan,” kata Gus Fawait.

Gus Fawait menjelaskan, hampir dua tahun Pemkab Jember memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui program UHC yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun dari evaluasi lapangan, masih ditemukan persoalan klasik yang membebani warga miskin usai berobat.

“Warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, tetapi pulangnya masih punya tanggungan. Kadang mereka harus menyewa mobil, sementara mereka tidak punya biaya,” jelasnya.

Berangkat dari persoalan itu, Pemkab menyiapkan total 38 armada Mobil Cinta. Sebanyak 31 armada telah tersedia dan siap beroperasi, sementara 7 armada lainnya akan menyusul sebagai tambahan.

Untuk tahap awal, kata Fawait, layanan ini difokuskan untuk pasien kurang mampu yang dirawat di tiga rumah sakit pemerintah daerah. Ke depan, setelah dievaluasi, layanan ini berpeluang diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.

Lantas apa bedanya dengan mobil ambulans yang sudah ada? “Ambulans itu menjemput yang sakit. Kalau ini mengantar yang sudah sehat, yang sudah dirawat di rumah sakit. Masyarakat juga tidak mau kalau sudah sembuh diantar menggunakan ambulans karena bisa membuat tetangga atau keluarganya kaget,” katanya.

Bupati mengakui program ini masih membutuhkan penyempurnaan. Ia pun membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e maupun secara langsung.

“Pasti ada kelemahan, pasti ada kekurangan. Maka justru saya perlu masukan dari masyarakat. Yang jelas semangat kita adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI, Akmal Budi Yulianto mengapresiasi langkah Pemkab Jember. Menurutnya, Mobil Cinta merupakan wujud nyata gotong royong dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah.

“Ini adalah inovasi wujud kolaborasi antara BPJS Kesehatan bersama dengan pemerintah kabupaten. Ini bukan pelayanan yang sama dengan JKN, tetapi pelayanan tambahan terhadap program JKN,” ungkap Akmal.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 yang memungkinkan anggaran daerah dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan tambahan bagi peserta JKN.

“Dengan kreativitas Pak Bupati, ini ternyata bisa diwujudkan program-program yang memang pro-rakyat dan terlihat. Kami apresiasi luar biasa,” katanya.

Akmal berharap inovasi Mobil Cinta dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, bahwa keterbatasan fiskal bukan halangan untuk menghadirkan pelayanan yang pro-rakyat.

Dengan hadirnya Mobil Cinta, Pemkab Jember tidak hanya memastikan warga mendapatkan layanan kesehatan gratis saat sakit, tetapi juga memastikan mereka bisa pulang ke rumah dengan aman dan bermartabat setelah dinyatakan sehat.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *