KOTA MALANG, Sudutkota.id – Kebakaran melanda bangunan SMP Negeri 7 Kota Malang di Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (20/9/2026) siang. Kobaran api berdampak pada bagian bangunan sekolah dengan luas area terdampak sekitar 20 meter persegi.
Informasi kebakaran diterima UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang sekitar pukul 12.00 WIB. Laporan tersebut disampaikan warga yang menginformasikan adanya kebakaran di lingkungan SMPN 7 Kota Malang.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan validasi informasi dan bergerak menuju lokasi pada pukul 12.02 WIB. Dengan jarak tempuh sekitar 5,6 kilometer, petugas tiba di lokasi pukul 12.17 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, yakni pukul 12.18 WIB.
Sebanyak sembilan personel dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut dengan mengoperasikan tiga unit kendaraan, yakni Ayaxx 09, Matra dan Semut Ireng. Personel Polsek Kedungkandang juga turut terlibat dalam pengamanan lokasi.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kepulan asap terlihat dari bagian belakang ruang perpustakaan. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui terdapat tumpukan material kayu yang terbakar.
Api kemudian merambat ke bagian plafon bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman sekaligus memastikan api tidak kembali muncul dari bagian-bagian bangunan yang terdampak.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol M. Roichan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat kepulan asap dari arah kawasan sekolah.
“Awalnya saksi melihat kepulan asap dari arah sekolah. Setelah dicek, ternyata api berasal dari tumpukan kayu di belakang perpustakaan,” kata Roichan.
Setelah menerima informasi tersebut, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar dan kejadian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Polisi yang datang ke lokasi selanjutnya melakukan pengamanan serta meminta keterangan dari saksi untuk mengetahui awal mula kejadian.
Petugas pemadam kebakaran melakukan operasi selama sekitar 71 menit. Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 13.29 WIB setelah petugas memastikan kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak ditemukan lagi titik api tersembunyi (hidden fire).
Dalam proses penanganan, sekitar 12.000 liter air digunakan untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan pada bagian bangunan yang terdampak.
Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas pemadam meninggalkan lokasi sekitar pukul 13.35 WIB dan tiba kembali di markas pada pukul 13.47 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan sekolah serta berdampak pada sejumlah dokumen milik sekolah.
Berdasarkan laporan UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Untuk penyebab kebakaran, laporan awal UPT Pemadam Kebakaran mencatat dugaan adanya korsleting listrik dari bagian atap gedung. Namun, keterangan tersebut masih berupa dugaan awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran.
Di sisi lain, polisi masih melakukan pendalaman terhadap titik awal munculnya api. Roichan menyebut titik api berada di tumpukan kayu yang berada di bagian belakang ruang perpustakaan dan kemudian merambat ke plafon.
“Titik apinya dari tumpukan kayu yang ditaruh di lompongan belakang ruang perpustakaan, kemudian menyambar ke plafon yang didominasi terbuat dari kayu,” jelasnya.
Polisi juga belum memastikan apakah keberadaan api tersebut berkaitan dengan aktivitas pembakaran atau disebabkan faktor lainnya. Pemeriksaan terhadap lokasi dan keterangan saksi masih dilakukan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
“Apakah titik api itu muncul sengaja karena aktivitas pembakaran atau faktor penyebab lainnya, masih kami selidiki,” pungkas Roichan.





















