Daerah

82 Jamaah Umrah Jombang Belum Bisa Pulang, Travel Disebut Sudah Transfer Rp15,6 Miliar

23
×

82 Jamaah Umrah Jombang Belum Bisa Pulang, Travel Disebut Sudah Transfer Rp15,6 Miliar

Share this article
82 Jamaah Umrah Jombang Belum Bisa Pulang, Travel Disebut Sudah Transfer Rp15,6 Miliar
Tangkapan layar jamaah Umroh asal Jombang yang tertahan di Arab Saudi.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Persoalan pelayanan jamaah umrah yang melibatkan PT Anisa Ahmada Travelindo, bagian dari ITS Grup, di Kabupaten Jombang terus bergulir.

Sebanyak 82 jamaah asal Jombang masih tertahan di Arab Saudi karena belum mendapatkan kepastian tiket penerbangan untuk kembali ke Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengungkapkan pihak manajemen ITS Grup telah menyerahkan dokumen bukti transfer dana kepada Kemenhaj Jombang.

Dana tersebut disebut telah ditransfer kepada salah satu agen penyedia tiket penerbangan yang berada di Jakarta.

Berdasarkan laporan yang diterima Kemenhaj Jombang, nilai dana yang ditransfer mencapai Rp15,6 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan tiket penerbangan pergi-pulang (PP) rombongan jamaah umrah.

Namun, meski dana tersebut disebut telah ditransfer, tiket penerbangan dari agen penyedia jasa belum diterbitkan.

“Uangnya si ITS itu sudah dikirim Rp15,6 miliar ke agen tiket. Nah, ternyata agen tersebut tidak mau mengeluarkan tiket,” kata Ilham, Kamis (17/9/2026).

Ilham mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan agen tiket belum menerbitkan dokumen penerbangan tersebut. Sebab, transaksi maupun kantor operasional agen berada di Jakarta.

“Tidak tahu apa alasannya, kenapa tidak dikeluarkan? Itu yang saya belum tahu. Karena kan itu di Jakarta,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kepulangan jamaah umrah asal Jombang yang telah berada di Arab Saudi.

Dari total 82 jamaah terdampak, sebanyak 26 orang seharusnya telah kembali ke Indonesia, pada Sabtu (12/9/2026). Namun, penerbangan mereka terlewat karena tiket kepulangan belum tersedia.

Sementara itu, sebanyak 56 jamaah lainnya dijadwalkan pulang, pada Selasa (15/9/2026). Hingga kini, mereka juga masih menunggu kepastian penerbangan kembali ke Tanah Air.

“26 ditambah 56, total 82 jamaah umrah yang masih belum bisa pulang. Memang yang 56 itu jadwalnya hari ini schedule-nya pulang, tapi belum ada kabar untuk kepulangannya,” kata Ilham.

Persoalan perjalanan umrah tersebut sebelumnya telah muncul sejak proses pemberangkatan dari Jombang.

Pada Minggu (30/8/2026), rencana keberangkatan 196 calon jamaah umrah sempat diwarnai kericuhan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Situasi itu terjadi setelah adanya pembatalan keberangkatan oleh pihak travel.

Setelah dilakukan mediasi oleh Polres Jombang dan Kemenhaj, pihak travel kemudian menyanggupi pemberangkatan 196 jamaah secara bertahap hingga awal September.

Namun, persoalan kembali muncul setelah sebagian jamaah tiba di Arab Saudi dan menghadapi ketidakpastian tiket kepulangan.

Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema, mengatakan pihaknya belum menerima kepastian dokumen perjalanan atau issued ticket kepulangan untuk sebagian jamaah.

“Kalau info yang diterima Kemenhaj Jombang dari travel, yang 20 orang sudah ada tiket kepulangan, untuk yang 118 dan 54 orang belum. Tapi saya sampai sekarang belum dikirim issued ticket kepulangannya,” ujar Ning Ema.

Saat ini, Kemenhaj Jombang fokus melakukan pendampingan terhadap jamaah yang masih berada di Arab Saudi. Kemenhaj juga mendesak pimpinan ITS Grup yang berada di Jakarta untuk segera menyelesaikan persoalan tiket tersebut bersama Kementerian Haji dan Umrah RI.

Untuk mencegah munculnya persoalan baru, Kemenhaj Jombang mengimbau calon jamaah yang telah terdaftar agar menunda keberangkatan apabila belum mendapatkan tiket pergi-pulang secara resmi.

“Jemaah yang sudah daftar, belum ada tiket atau schedule pulang-pergi, mohon tidak berangkat,” imbau Ilham.

Sementara itu, muncul spekulasi di tengah masyarakat mengenai dugaan penggunaan skema Ponzi dalam pengelolaan perjalanan umrah tersebut. Namun, Kemenhaj Jombang menyatakan belum mendalami dugaan tersebut.

Saat ini, fokus Kemenhaj Jombang adalah memastikan keselamatan serta kepulangan jamaah yang masih tertahan di Arab Saudi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *