Sudutkota.id – Kontingen Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kota Malang kembali menegaskan dominasinya di Jawa Timur. Bertanding pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PABERSI Junior 18 Tahun 2026 yang digelar di Grand City Surabaya, 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, para lifter muda Kota Malang sukses mencetak sejarah dengan meraih gelar Juara Umum.
Prestasi tersebut bukan sekadar hasil dari perolehan medali, tetapi menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan atlet yang selama ini dijalankan PABERSI Kota Malang. Para atlet tampil konsisten di berbagai nomor pertandingan hingga mampu mengungguli kontingen dari daerah lain di Jawa Timur.
Ketua Umum PABERSI Kota Malang, Sony Rudiwiyanto, mengatakan keberhasilan merebut gelar juara umum merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh jajaran pengurus yang selama ini fokus membangun pembinaan atlet usia muda.
“Alhamdulillah, hasil ini menjadi kebanggaan bagi Kota Malang. Anak-anak bertanding dengan penuh semangat dan mampu menunjukkan kualitas terbaiknya. Gelar juara umum ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan di jalur yang benar,” ujar Sony, Senin (3/8).
Di sektor putri, Belva Devara Putri menjadi penyumbang prestasi terbaik setelah meraih dua medali emas di kelas sub-52 kilogram dengan total angkatan 287,5 kilogram.
Kemudian Zulfa Nur Aprilia di kelas sub-57 kilogram berhasil menyumbangkan dua medali perak dengan total angkatan 235 kilogram. Sementara Shania Agnes Dwi A. di kelas sub-69 kilogram mempersembahkan satu medali perak dan satu medali perunggu melalui total angkatan 227,5 kilogram.
Lifter Salsabella Siti di kelas 76 kilogram turut menyumbang satu medali emas dan satu medali perunggu dengan total angkatan 332,5 kilogram.
Di sektor putra, dominasi Kota Malang semakin terlihat. Risqi Maulana di kelas sub-53 kilogram memborong dua medali emas dengan total angkatan 420 kilogram.
Selanjutnya Kevin Marchelliano di kelas 83 kilogram meraih satu medali emas dan satu medali perak dengan total angkatan 462,5 kilogram. Maulana Idrus di kelas 74 kilogram kembali mempersembahkan dua medali emas melalui total angkatan 545 kilogram.
Sedangkan Syahansyah di kelas 93+ kilogram melengkapi perolehan medali Kota Malang dengan dua medali perak dan total angkatan 600 kilogram.
Di balik gemilangnya prestasi tersebut, Sony menegaskan ada sosok yang memiliki peran besar dalam membentuk mental dan kemampuan para atlet. Sosok itu adalah Soewito, yang akrab disapa Pak Ambon, pelatih senior sekaligus mantan atlet angkat berat yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun membina atlet PABERSI Kota Malang.
“Di balik keberhasilan ini ada Pak Ambon. Beliau bukan hanya pelatih senior, tetapi juga mantan atlet yang dengan penuh dedikasi membina atlet-atlet kami. Gelar juara umum ini adalah hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan kerja keras beliau bersama seluruh tim pelatih,” ungkap Sony.
Menurutnya, prestasi atlet tidak lahir secara instan. Kesuksesan di arena pertandingan merupakan akumulasi dari pembinaan yang konsisten, disiplin latihan, serta komitmen para pelatih yang bekerja tanpa banyak sorotan.
Sony berharap keberhasilan Kota Malang menjadi juara umum dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi, sekaligus mendorong dukungan yang lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan terhadap pembinaan cabang olahraga angkat berat.
“Gelar juara umum ini bukan tujuan akhir. Kami ingin melahirkan lebih banyak atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Malang di tingkat nasional hingga internasional. Karena itu, pembinaan harus terus berjalan dan mendapat dukungan penuh,” tegasnya.
Keberhasilan menjadi Juara Umum Kejurprov PABERSI Junior 18 Tahun 2026 sekaligus menegaskan Kota Malang sebagai salah satu daerah dengan pembinaan angkat berat paling kompetitif di Jawa Timur. Raihan ini diharapkan menjadi modal penting menghadapi kejuaraan nasional dan ajang-ajang bergengsi lainnya di masa mendatang.




















