Daerah

Pelatihan Jurnalistik di Jombang, IJTI Goes to School Cetak Generasi Melek Media Digital

3
×

Pelatihan Jurnalistik di Jombang, IJTI Goes to School Cetak Generasi Melek Media Digital

Share this article
Pelatihan Jurnalistik di Jombang, IJTI Goes to School Cetak Generasi Melek Media Digital
Suasana pelatihan jurnalistik dasar modern di SMK Telekomunikasi DU Jombang. (foto : sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Majapahit kembali menggelar program IJTI Goes to School di SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan jurnalistik dan literasi digital siswa di tengah pesatnya perkembangan media digital serta teknologi informasi.

Sebanyak 30 siswa mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari berbagai jurusan, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), Produksi Film, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kegiatan juga diikuti anggota Komunitas Majalah Kritis, Konten Kreator, dan Kritis TV milik sekolah.

Pelatihan Jurnalistik di Jombang, IJTI Goes to School Cetak Generasi Melek Media Digital
Suasana pelatihan jurnalistik dasar modern di SMK Telekomunikasi DU Jombang. (foto : sudutkota.id/lok)

Dalam pelatihan itu, para peserta mendapatkan materi kepenulisan, fotografi, videografi, hingga praktik membuat podcast bersama para jurnalis yang tergabung dalam IJTI Korda Majapahit.

Kepala SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang, Nur Laila, S.Pd., mengatakan jurnalistik tidak hanya sebatas profesi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter melalui nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Jurnalis itu butuh kejujuran. Jurnalis juga bisa menginspirasikan sesuatu yang mungkin selama ini tidak terdengar dan mampu membangun perubahan,” katanya.

Menurut Nur Laila, pelatihan jurnalistik tersebut diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan teknis sekaligus pemahaman mengenai etika jurnalistik dalam menghasilkan sebuah karya.

“Supaya kita semua tidak asal menulis dan tidak asal merekam. Kita belajar bagaimana menulis yang baik, mengambil gambar yang baik. Tidak hanya mengejar viral, tetapi juga memahami etika jurnalistik, bukan sekadar membuat sesuatu yang bombastis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan jurnalistik juga dapat menjadi modal bagi siswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di bidang media digital.

“Kami tidak hanya ingin anak-anak bisa, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur baru. Ke depan majalah sekolah kami berbentuk digital sehingga ilmu ini bisa dimanfaatkan untuk membangun media sekolah yang lebih baik dan bermanfaat,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan IJTI Korda Majapahit yang juga jurnalis MNC TV, Muktar Bagus, menilai kemampuan jurnalistik menjadi bekal penting bagi pelajar, baik untuk berkarier di industri media maupun menjadi kreator konten yang bertanggung jawab.

Menurutnya, perkembangan media digital telah melahirkan banyak kanal informasi baru yang mampu membentuk opini publik hingga memengaruhi kebijakan. Karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip jurnalistik menjadi hal penting agar setiap informasi yang diproduksi tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ke depan jurnalistik menjadi salah satu ilmu yang penting kalian pelajari. Apalagi sekarang media tidak hanya berasal dari perusahaan media besar, tetapi juga banyak media baru yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, bekal ilmu jurnalistik juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha di bidang media digital tanpa mengabaikan akurasi dan etika.

“Kalau memiliki dasar jurnalistik yang baik, kalian juga bisa menjadi entrepreneur di bidang media digital. Yang terpenting tetap mengedepankan akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *