Sudutkota.id – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Kota Malang menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan koperasi sekaligus menanamkan nilai-nilai ekonomi kerakyatan kepada generasi muda. Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian khusus adalah Malang Youth Cooperative Camp 2026 atau Jambore Koperasi, yang digelar Dekopinda Kota Malang bersama seluruh jajaran koperasi di Kota Malang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, yang juga Anggota Komisi D DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, saat menghadiri kegiatan Jambore Koperasi di Lapangan Dodikjur, Sabtu (25/7) malam.
Menurut Ginanjar, peringatan Hari Koperasi tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi sejak usia sekolah.
“Pada malam ini saya berada di salah satu rangkaian kegiatan Hari Koperasi, yaitu Jambore Koperasi. Ini menjadi bagian penting dari peringatan Hari Koperasi yang dilaksanakan Dekopinda Kota Malang bersama seluruh gerakan koperasi di Kota Malang. Kegiatan ini diikuti 28 kontingen pelajar tingkat SMP,” ujar Ginanjar.
Ia menjelaskan, tujuan utama Jambore Koperasi bukan semata menghadirkan kompetisi antarpelajar, tetapi lebih jauh menanamkan karakter gotong royong, kebersamaan, kepemimpinan, dan semangat berkoperasi kepada generasi muda.
Menurutnya, koperasi merupakan sistem ekonomi yang paling sesuai dengan karakter bangsa Indonesia karena mengedepankan asas kekeluargaan dan kebersamaan. Oleh sebab itu, nilai-nilai koperasi harus mulai dikenalkan sejak dini agar tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat.
“Esensi dari kegiatan ini adalah menanamkan jiwa koperasi kepada anak-anak sejak usia sekolah. Kita ingin mereka memahami bahwa koperasi bukan hanya tempat simpan pinjam, tetapi merupakan gerakan ekonomi masyarakat yang mampu menciptakan kesejahteraan bersama. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” jelasnya.
Ginanjar menambahkan, tema besar Harkopnas Kota Malang tahun ini mengusung semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kemajuan bersama melalui transformasi gerakan koperasi menuju platform ekonomi kolektif yang lebih modern, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Selama rangkaian Harkopnas 2026, berbagai kegiatan telah disiapkan oleh Dekopinda Kota Malang. Selain Jambore Koperasi, terdapat lomba paduan suara Mars Koperasi, Rapat Anggota Tahunan (RAT), lomba videografi, kreativitas seni, selling contest, bazar UMKM, bakti sosial, jalan sehat, hingga berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.
“Besok kegiatan akan dilanjutkan dengan bazar dan jalan sehat bersama masyarakat. Hingga saat ini, tiket peserta jalan sehat yang telah terjual mencapai sekitar seribu peserta. Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan antara insan koperasi dengan masyarakat Kota Malang,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai hanya sebagai perayaan Hari Koperasi, tetapi harus menjadi momentum transformasi gerakan koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, koperasi harus hadir sebagai fondasi yang mampu menghubungkan pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, hingga generasi muda dalam satu ekosistem ekonomi yang kuat.
“Kita ingin gerakan koperasi bertransformasi menjadi gerakan ekonomi kolektif. Kota Malang memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Melalui koperasi, potensi tersebut dapat dikembangkan secara lebih terstruktur sehingga mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Malang, Ginanjar juga mengaku bangga melihat banyak peserta Jambore Koperasi berasal dari gugus depan dan satuan Pramuka di sekolah masing-masing. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan dan koperasi memiliki kesamaan, yakni membangun karakter disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.
“Tadi kita melihat sendiri, rata-rata peserta yang mengikuti Jambore Koperasi juga merupakan adik-adik Pramuka dari sekolah masing-masing. Artinya, mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan koperasi sekolah. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan memiliki semangat membangun ekonomi bersama,” ujarnya.
Ginanjar berharap kegiatan seperti Jambore Koperasi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sekolah di Kota Malang. Dengan demikian, pendidikan koperasi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar menjadi pengalaman nyata yang membentuk karakter generasi muda.
“Jika sejak SMP mereka sudah memahami pentingnya koperasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, saya optimistis ke depan Kota Malang akan memiliki generasi yang mampu membangun ekonomi daerah secara bersama-sama. Inilah investasi terbaik untuk masa depan koperasi dan masa depan Kota Malang,” pungkasnya.




















