Daerah

Muktamar NU 2026: Gus Ipul Libatkan UMKM Muslimat dan Fatayat untuk Siapkan Ribuan Kasur

20
×

Muktamar NU 2026: Gus Ipul Libatkan UMKM Muslimat dan Fatayat untuk Siapkan Ribuan Kasur

Share this article
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan agenda lima tahunan organisasi yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Salah satu fokus utama panitia adalah memastikan kenyamanan ribuan muktamirin. Panitia menyiapkan lebih dari 3.100 set kasur lengkap dengan bantal dan seprai, serta 260 unit pendingin ruangan (AC) berkapasitas 2 PK yang akan dipasang di lokasi penginapan peserta.

Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penyediaan perlengkapan tidur tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait pengadaan lebih dari 3.100 kasur, bantal, dan seprai. Proses pengerjaannya akan melibatkan pelaku UMKM dari Muslimat NU dan Fatayat NU.

“Keterlibatan kader perempuan NU dalam penyediaan logistik tersebut sejalan dengan implementasi prinsip suguh, yakni menghadirkan jamuan, fasilitas, dan pelayanan yang mampu menghidupkan ekonomi rakyat sekitar,” ujar Gus Ipul, Jumat (24/7/2026).

Selain perlengkapan tidur, panitia juga menyiapkan sekitar 260 unit AC berkapasitas 2 PK untuk meningkatkan kenyamanan muktamirin selama mengikuti rangkaian Muktamar NU 2026 di Jombang.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan PPBU sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan seluruh lokasi penginapan peserta telah dipersiapkan secara matang.

“Asrama muktamirin ditempatkan di gedung-gedung sekolah atau madrasah. Jumlahnya ada enam titik. Gedung-gedung tersebut sudah disurvei dan disetujui oleh PBNU,” ujar pria yang akrab disapa Gus Rozaq.

Ia menjelaskan, dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 3.370 muktamirin, panitia menerapkan sistem akomodasi terpadu yang memanfaatkan 314 ruangan di 16 gedung sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Fasilitas penginapan tersebut meliputi Gedung A, B1, B3, dan aula besar MA Unggulan Bahrul Ulum, kompleks MMA Enam Tahun Kampus 1, 2, dan 3, MI Bahrul Ulum, MAN 3 Tambakberas dengan 62 ruangan, serta MTsN 3 Tambakberas yang menyediakan 13 ruang ber-AC dan 52 ruangan reguler.

Selain itu, Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) juga menyiapkan Gedung A, B1, C, F, serta Rusunawa Gedung D sebagai lokasi penginapan. Sementara Kampus IAIBAFA menyediakan 25 ruangan khusus bagi para kiai dan pengurus Nahdlatul Ulama.

“Seluruh lokasi penginapan tersebut terbagi dalam enam titik strategis di sekitar kompleks pesantren. Kelayakan fasilitas telah dipastikan melalui survei langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” pungkas Gus Rozaq.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *