Daerah

Retakan Mengkhawatirkan, Pemkot Malang Eksekusi Pembongkaran Lantai 3 Pasar Besar

17
×

Retakan Mengkhawatirkan, Pemkot Malang Eksekusi Pembongkaran Lantai 3 Pasar Besar

Share this article
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran kepala OPD saat memimpin pembongkaran simbolis tembok pot di lantai 3 Pasar Besar Malang. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Kekhawatiran atas kondisi konstruksi di lantai 3 Pasar Besar Malang akhirnya berujung pada langkah tegas. Pemerintah Kota Malang mengeksekusi pembongkaran tembok pot dan area tempat akar tanaman di lantai 3 (eks Matahari), setelah ditemukan retakan dan indikasi kerusakan struktur yang berpotensi membahayakan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung memimpin pembongkaran simbolis bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (21/4). Langkah ini disebut sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam mencegah risiko ambrol di salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di Kota Malang.

Wahyu menegaskan, keputusan pembongkaran diambil bukan tanpa dasar. Sebelumnya, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) telah melakukan uji konstruksi secara menyeluruh.

“Hari ini kita melaksanakan eksekusi pembongkaran tempat akar dan pot di lantai 3. Ini dilakukan setelah ada kajian teknis. Dari hasil itu, rekomendasinya tidak hanya pot yang dibongkar, tetapi juga bagian konstruksi yang sudah terputus karena berpotensi ambrol,” tegasnya.

Dari hasil kajian tersebut, ditemukan adanya sambungan struktur yang tidak lagi utuh serta retakan di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai cukup berisiko jika dibiarkan, terlebih lokasi berada di area publik dengan aktivitas tinggi.

“Yang kita khawatirkan adalah potensi ambrol. Retakan yang kemarin terlihat sudah dikaji oleh tim, dan memang harus segera ditangani. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi hal yang lebih buruk,” imbuh Wahyu.

Ia juga mengakui bahwa proses pembongkaran memerlukan waktu karena harus dilakukan secara hati-hati. Pemerintah tidak ingin langkah penanganan justru memicu kerusakan baru pada bagian struktur lainnya.

“Makanya prosesnya tidak bisa cepat. Kita harus benar-benar hati-hati, semua berdasarkan kajian teknis. Jangan sampai salah langkah,” ujarnya.

Untuk meminimalisir risiko terhadap pedagang dan pengunjung, pembongkaran berat dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Saat itu, aktivitas pasar relatif kosong sehingga potensi bahaya bisa ditekan.

“Pembongkaran besar akan dilakukan malam hari. Siang hari tetap ada pengamanan, tapi malam lebih aman karena tidak ada aktivitas jual beli,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Malang melibatkan sejumlah OPD lintas sektor. DPUPRPKP bertanggung jawab pada aspek teknis konstruksi, sementara perangkat daerah lain seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Diskopindag turut membantu dari sisi operasional dan pengamanan.

Wahyu menambahkan, keterlibatan berbagai OPD dilakukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing, tanpa harus menunggu penggeseran anggaran baru.

“Ini kerja bersama. Semua bergerak sesuai tupoksi. Yang punya kemampuan teknis menangani konstruksi, yang lain membantu tenaga dan pengamanan. Ini demi keselamatan masyarakat,” katanya.

Pembongkaran ini menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi Pasar Besar tetap aman dan layak digunakan. Pemkot Malang memastikan proses pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh area yang berpotensi membahayakan benar-benar tertangani.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *