Peristiwa

Geger! Pria Pencari Rongsokan Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Putat Lor

19
×

Geger! Pria Pencari Rongsokan Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Putat Lor

Share this article
Geger! Pria Pencari Rongsokan Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Putat Lor
Petugas dan warga saat mengevakuasi jenazah laki-laki yang ditemukan mengambang di aliran sungai kawasan Putat Lor, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026).(foto:Humas Polsek)

Sudutkota.id – Warga Dusun Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan jenazah seorang laki-laki di aliran sungai Jalan Mawar RT 03 RW 01, Minggu (5/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Penemuan bermula saat seorang warga bernama Alfiah (46) tengah mencuci pakaian di tepi sungai. Saat itu, ia melihat tubuh korban dalam kondisi mengambang dan terbawa arus.

“Korban pertama kali ditemukan saksi ketika sedang mencuci di sungai. Saat itu korban sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bergerak,” ungkap Kapolsek Gondanglegi Kompol Lukman Hudin saat dikonfirmasi SudutKota.id.

Mengetahui hal tersebut, saksi langsung meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian berinisiatif menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai sebelum melaporkannya ke perangkat desa dan pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas dari Polsek Gondanglegi segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Malang guna kepentingan identifikasi lebih lanjut.

Belakangan diketahui, korban bernama Muji, warga Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Kesehariannya, korban bekerja sebagai pencari botol dan rongsokan di sekitar aliran sungai.

Salah satu warga setempat, Rudi, menyebut korban diduga mengalami kambuh penyakit saat beraktivitas.

“Diduga penyakit epilepsi korban kambuh saat mencari botol di sungai,” jelas Lukman menirukan ucapan saksi.

Dugaan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan awal kepolisian yang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh,” tegas Lukman.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis dari UPT Puskesmas Ketawang untuk mendukung proses penyelidikan. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga menolak autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai murni kecelakaan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *