Olahraga

Zia’ul Haq Nyatakan Mantap Melangkah ke Kursi Ketua KONI Kabupaten Malang

25
×

Zia’ul Haq Nyatakan Mantap Melangkah ke Kursi Ketua KONI Kabupaten Malang

Share this article
Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq. (Foto: Foto: Sudutkota.id)

Sudutkota.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Malang pada 14 Februari 2026, nama Zia’ul Haq menguat sebagai salah satu kandidat calon Ketua KONI. Zia tampil dengan membawa gagasan pembenahan menyeluruh, khususnya pada aspek tata kelola organisasi dan sistem pembinaan atlet.

Pria yang saat ini menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang itu menilai, KONI Kabupaten Malang membutuhkan perubahan mendasar agar mampu menjawab tantangan prestasi olahraga ke depan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, terutama dana hibah, sebagai fondasi utama pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Menurut Zia, pola pengelolaan lama yang tertutup dan minim pengawasan berpotensi menghambat lahirnya prestasi. Ia menegaskan bahwa organisasi sebesar KONI harus dikelola secara profesional dan terbuka.

“KONI Kabupaten Malang ini besar dan punya potensi. Tapi kalau pengelolaannya tidak transparan dan sulit diaudit, maka prestasi akan stagnan. Tidak boleh lagi ada ruang abu-abu, khususnya dalam pengelolaan dana hibah. Semuanya harus jelas dan terbuka,” ujar Zia, Rabu (28/1/2026).

Dengan dukungan 15 cabang olahraga (cabor), Zia optimistis dapat membawa arah baru bagi KONI Kabupaten Malang. Ia menilai, salah satu persoalan krusial selama ini adalah lemahnya sistem pembinaan atlet yang belum berjalan secara konsisten dan terukur.

Bagi Zia, prestasi olahraga tidak lahir dari agenda seremonial, melainkan dari sistem pembinaan yang disiplin, terencana, dan berkesinambungan. Salah satu fokus yang disorotinya adalah peran Pusat Latihan (Puslat) yang dinilai belum berfungsi optimal sebagai pusat pembinaan atlet daerah.

“Kalau pusat latihannya saja lemah, jangan berharap hasil maksimal. Pembinaan harus berbasis pemetaan atlet sejak usia dini, bukan dilakukan secara dadakan menjelang event seperti Porprov,” tegasnya.

Sebagai langkah peningkatan kualitas, Zia membuka peluang menghadirkan pelatih asing untuk sejumlah cabor unggulan. Ia menilai, metode latihan modern dan program pembinaan yang terukur diperlukan agar atlet Kabupaten Malang mampu bersaing di level provinsi maupun nasional.

Selain pembinaan, isu kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian serius. Zia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan uang saku atlet pada ajang Porprov Jawa Timur 2027, agar atlet dapat bertanding secara profesional tanpa terbebani persoalan non-teknis.

Zia pun memasang target realistis namun menantang, yakni membawa Kabupaten Malang menembus tiga besar Porprov 2027. Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai jika pembinaan dilakukan secara serius dan prestasi atlet dihargai secara layak.

“Kabupaten Malang punya banyak cabor unggulan. Tinggal bagaimana selama ini pembinaannya sudah optimal atau belum. Atlet yang berprestasi harus mendapatkan apresiasi yang pantas,” ujarnya.

Lebih jauh, Zia menegaskan bahwa KONI tidak boleh hanya berperan sebagai penyalur anggaran. Ia mendorong KONI Kabupaten Malang bertransformasi menjadi institusi yang berorientasi pada prestasi, dengan dukungan penuh pemerintah daerah melalui penguatan anggaran dan sistem penghargaan atlet sebagai investasi jangka panjang di bidang olahraga.

“Olahraga adalah investasi jangka panjang. Kalau dikelola setengah-setengah, hasilnya juga setengah-setengah. Sudah saatnya KONI Kabupaten Malang berbenah dan bergerak menuju prestasi yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *