Daerah

BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem, Ada Tiga Sistem Siklon

21
×

BMKG Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem, Ada Tiga Sistem Siklon

Share this article
Akibat cuaca ekstrem beberapa wilayah di Kota Batu longsor. (Foto: Sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Imbauan tersebut menyusul prakiraan hujan yang diprediksi meluas, mulai dari intensitas ringan hingga lebat disertai kilat.
Prakirawan BMKG Selly Brilian menyampaikan, hujan ringan berpeluang terjadi di sejumlah kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, dan Bandung.

Lalu, Samarinda, Tanjung Selor, Denpasar, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, serta wilayah Papua meliputi Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke. Kondisi serupa juga diprakirakan melanda Maluku dan Ambon.

“Kemudian, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Semarang dan Surabaya atau wilayah Jawa Timur. BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat yang disertai petir di Yogyakarta dan Kupang. Adapun wilayah Banda Aceh, Padang, Tanjung Pinang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Palembang, Mataram, dan Palu diperkirakan didominasi cuaca berawan tebal hingga berkabut,” katanya, Senin (19/1/2026).

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang kompleks akibat keberadaan tiga sistem siklon tropis. Salah satunya adalah Siklon Tropis Nokaen yang berkembang dari Bibit Siklon 91W sejak 15 Januari 2026.

Sistem ini terpantau berada di wilayah timur Filipina atau utara Sulawesi Utara, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dan tekanan minimum 1.000 hPa. Dalam dua hingga tiga hari ke depan, Nokaen diperkirakan bertahan pada kategori satu.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 96S terdeteksi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin sekitar 15 knot dan tekanan minimum 1.002 hPa. BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 97S di perairan utara Australia dengan kecepatan angin sekitar 20 knot, meski peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah.

“Kombinasi ketiga sistem tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi lebih dari dua meter di sejumlah perairan,” tambahnya.

BMKG mengingatkan kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *