Sudutkota.id– Mantan dosen UIN Malang, Imam Muslimin, bersama istrinya Rosida atau yang akrab disapa Ines, mengungkapkan pengalaman pahit mereka terkait persoalan dengan warga sekitar hingga berujung surat pengusiran dari lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, keduanya menceritakan kronologi awal permasalahan dengan seorang tetangga bernama Sahara serta sikap warga lain yang menurut mereka kini seakan mengucilkan.
“Yang saya harapkan, kita bisa bertetangga lagi dengan baik dengan Ibu Sahara dan semua tetangga yang lain. Normal seperti tidak ada apa-apa. Tapi sekarang ini saya merasa seperti ada gerakan agar para tetangga tidak menyapa kami. Jadi kami diasingkan,” ungkap Ines, Senin (29/09/2025).
Menurutnya, dalam surat pengusiran yang diterima, terdapat lima poin yang menjadi alasan pengusiran. Di antaranya tuduhan mengunggah dan menyebarkan kegiatan warga ke media sosial, berperilaku tidak pantas sebagai seorang pengajar, menutup akses jalan, menyebarkan fitnah, serta terlibat perseteruan dengan pemilik usaha di lingkungan tersebut.
Sementara itu, Imam Muslimin atau yang akrab disapa Kyai Mim, menilai proses pengambilan keputusan tersebut tidak adil karena dirinya merasa tidak pernah diberi kesempatan tabayun.
“Dalam surat disebutkan ada beberapa kali pertemuan antara pengurus RT dan warga dengan saya. Padahal kami sama sekali tidak pernah didudukkan bersama, tidak pernah mendapat teguran baik lisan maupun surat. Jadi tidak ada kesempatan klarifikasi,” tegasnya.
Ia mengaku pernah ditawari damai oleh Ketua RT, namun dengan beberapa syarat, di antaranya agar tetangganya bernama sahara tidak lagi parkir di depan rumahnya dan anak dari sahara tidak masuk ke area rumah.
Meski demikian, Imam menekankan bahwa dirinya tidak menutup pintu perdamaian. Ia mengajak semua pihak kembali pada nurani dan ilmu yang dimiliki untuk menilai mana yang benar dan salah.
“Kalau saya salah, saya minta maaf. Kalau saya benar, mohon dihargai. Saya pun menghargai Pak Sofyan dan Ibu Sahara. Anda bukan malaikat, bisa juga bersalah, dan saya maklumi. Kalau salah ayo akui dan kita saling memaafkan,” pungkasnya.






















