Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten Malang menggelar acara istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi (HUT) ke-1265 tahun 2025. Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan KH Agus Salim No. 7, Kota Malang, Sabtu (20/9/2025), Bupati Malang Drs. HM. Sanusi, MM memimpin langsung kegiatan launching logo resmi HUT Kabupaten Malang ke-1265.
Tidak hanya sebatas peresmian logo, acara tahun ini dikemas lebih meriah dan penuh terobosan. Pemkab Malang sekaligus meresmikan Gedung Malang Tourism Gateway serta meluncurkan paket wisata baru berupa Jeep Offroad. Dua program tersebut dinilai menjadi simbol kebangkitan sektor pariwisata, sekaligus jawaban atas kebutuhan wisatawan akan variasi produk wisata yang semakin beragam.
Bupati Malang, HM Sanusi, menegaskan bahwa wisata offroad ini merupakan salah satu terobosan besar untuk memacu pertumbuhan pariwisata. Program ini tidak hanya menawarkan pengalaman seru bagi pecinta adventure, tetapi juga dirancang agar memberi manfaat langsung pada desa wisata yang dilalui.
“Wisata offroad tersebut sebagai alternatif pilihan bagi wisatawan yang memiliki hobi adventure untuk menaklukkan medan atau jalan ekstrem. Di Kabupaten Malang ini banyak tempat yang bisa digunakan untuk medan offroad,” ujar Sanusi.
Sanusi menambahkan, wisata offroad akan di-launching secara resmi pada 20 September 2025. Program ini digarap bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), hingga perangkat desa yang menjadi bagian dari jalur wisata.
Kegiatan wisata offroad akan diawali dari Pendopo Agung Kabupaten Malang, yang juga merupakan cagar budaya. Lokasi ini diproyeksikan sebagai Tourism Information Center (TIC) sekaligus terminal bus khusus wisata.
Dari titik kumpul tersebut, peserta akan diberangkatkan menuju Kecamatan Dau, tepatnya ke Wisata Bedengan di Desa Selorejo. Di sana, wisatawan bisa menikmati hamparan kebun jeruk sekaligus melakukan aktivitas petik buah.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Wagir menuju kawasan Gunung Katu, yang menawarkan tantangan lintasan pegunungan sekaligus panorama alam yang masih asri.
Perjalanan berakhir di Wisata Lembah Indah, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum. Kombinasi jalur ekstrem dan destinasi unggulan ini diyakini akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, terutama kalangan muda dan komunitas pecinta petualangan.
“Pendopo Agung akan kita fungsikan sebagai pusat informasi pariwisata, titik start wisata offroad, dan juga terminal bus wisata. Dengan begitu, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati satu destinasi, tetapi juga mengenal lebih dekat desa-desa wisata di Kabupaten Malang,” jelas Sanusi.
Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi ini menegaskan bahwa inovasi di sektor pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi juga bagian dari strategi membangkitkan ekonomi masyarakat. Dengan rute offroad yang melewati desa wisata, akan ada dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa, mulai dari UMKM, penyedia homestay, hingga kelompok tani yang terlibat dalam paket wisata.
“Kami ingin setiap perjalanan wisata di Kabupaten Malang menjadi pengalaman terbaik, penuh petualangan, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga desa. Itulah semangat dari wisata offroad ini,” imbuhnya.
Selain wisata offroad, Pemkab Malang juga meresmikan Gedung Malang Tourism Gateway sebagai etalase baru pariwisata daerah. Gedung ini akan menjadi pusat promosi, informasi, dan layanan terpadu yang memudahkan wisatawan mendapatkan akses ke berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Malang.
Puncak Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265 tidak hanya akan dirayakan dengan seremoni, tetapi juga melalui serangkaian agenda budaya, festival kuliner, hingga pelayanan publik terpadu. Dengan adanya inovasi berupa paket wisata offroad dan Malang Tourism Gateway, Sanusi berharap momentum ini menjadi tonggak baru kebangkitan pariwisata Kabupaten Malang.
“Momentum Hari Jadi ke-1265 ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga langkah konkret untuk membawa Kabupaten Malang lebih dikenal, lebih maju, dan lebih sejahtera. Pariwisata harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.





















