Sudutkota.id– Meski sempat muncul isu travel warning yang dikhawatirkan bisa memengaruhi sektor pariwisata, Kota Malang justru tetap menunjukkan geliat kunjungan wisatawan yang tinggi. Bahkan, pada akhir pekan lalu, sejumlah ruas jalan di Kota Malang terpantau padat oleh kendaraan dengan dominasi pelat nomor luar daerah.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kondisi tersebut membuktikan daya tarik Kota Malang tidak mudah surut oleh isu apa pun. Menurutnya, fakta di lapangan memperlihatkan tren positif pariwisata yang harus terus dijaga.
“Travel warning itu kan kemarin, tapi dalam perjalanan kita bisa mengambil langkah-langkah antisipasi. Buktinya, mulai Jumat, Sabtu, Minggu kemarin, Kota Malang justru padat. Jalanan macet karena wisatawan luar daerah datang, dan itu bisa dilihat dari pelat nomor kendaraan mereka,” kata Wahyu, Sabtu (6/9/2025).
Ia menjelaskan, meningkatnya kunjungan wisatawan menunjukkan Kota Malang masih menjadi destinasi favorit masyarakat, baik untuk liburan keluarga, wisata religi, maupun sekadar menikmati suasana Ramadan.
“Kalau saya lihat, banyak yang datang ke kawasan Malang Selatan. Mereka berwisata, berbelanja, sekaligus menikmati suasana Ramadan di sini. Alhamdulillah, semua berjalan aman dan kondusif. Jadi isu travel warning itu tidak terlalu berpengaruh bagi kota kita,” lanjutnya.
Wahyu juga menekankan bahwa fenomena kemacetan yang muncul jangan hanya dipandang sebagai persoalan, tetapi juga sebagai indikator positif bahwa Malang tetap ramai didatangi wisatawan.
“Ini tentu menjadi tantangan bagi kita. Bagaimana Pemkot bersama Dishub dan aparat terkait bisa menata lalu lintas agar wisatawan tetap nyaman, sementara warga lokal tidak terlalu terdampak kemacetan. Jadi ini PR bersama, tapi sekali lagi, ini tanda baik bahwa Malang tidak kehilangan pesona,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota juga menyinggung dinamika Kota Malang yang dalam beberapa hari terakhir turut diwarnai aksi demonstrasi dari berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, situasi tersebut merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak boleh mengurangi rasa aman wisatawan.
“Demo itu sah-sah saja, bagian dari kebebasan berpendapat. Tapi keamanan tetap terjaga. Aparat kita siaga penuh, dan Alhamdulillah sampai sekarang semua terkendali. Wisatawan bisa tetap menikmati Kota Malang tanpa merasa terganggu,” ujar Wahyu.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Kota Malang, pada akhir pekan lalu diperkirakan lebih dari 35 ribu wisatawan domestik masuk ke Kota Malang. Angka ini naik sekitar 15 persen dibanding pekan sebelumnya, dengan titik keramaian terlihat di kawasan Alun-Alun Kota, Jalan Ijen, hingga jalur menuju Malang Selatan.
Menambahkan hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, menegaskan tren positif ini tidak terlepas dari daya tarik Malang yang semakin variatif.
“Kota Malang menawarkan wisata alam, sejarah, kuliner, dan event budaya yang makin beragam. Ini yang menjadi magnet. Kemacetan di beberapa titik memang jadi catatan, tapi justru itu bukti bahwa minat wisatawan masih tinggi,” tuturnya.
Baihaqi menyebut pihaknya bersama Pemkot Malang akan terus mengoptimalkan pengelolaan destinasi dan meningkatkan kualitas layanan wisata.
“Sehingga ke depan Kota Malang bisa semakin nyaman dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. (mit)





















