Daerah

2.500 Perempuan Jadi Target, Pemkot Malang Gelar Skrining Kanker Serviks Serentak

3
×

2.500 Perempuan Jadi Target, Pemkot Malang Gelar Skrining Kanker Serviks Serentak

Share this article
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan skrining kanker serviks melalui metode HPV DNA dan IVA (co-testing). (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan dengan menggelar skrining kanker serviks secara serentak di 16 puskesmas. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat No. 100, Senin (20/4). Kehadirannya memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar sekaligus memberikan dorongan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.

Kegiatan skrining ini menggunakan metode Tes HPV DNA dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) atau co-testing, yang dinilai efektif dalam mendeteksi potensi kanker serviks sejak dini. Pemeriksaan ini menyasar kaum perempuan, khususnya ibu-ibu, yang menjadi kelompok rentan terhadap penyakit tersebut.

Dalam keterangannya, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus diperkuat pelaksanaannya. Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah krusial untuk menekan angka kejadian kanker serviks di Kota Malang.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan rutin tahunan terkait pencegahan kanker serviks pada ibu-ibu. Ini bagian dari upaya deteksi dini agar risiko bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, skrining ini juga merupakan bagian dari program nasional yang didukung pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengan demikian, masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Kita punya target 2.500 perempuan bisa mengikuti pemeriksaan ini. Program ini didukung dari pusat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena semuanya gratis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkot Malang telah menyiapkan sistem penanganan berjenjang bagi peserta yang terindikasi memiliki risiko kanker serviks. Hasil pemeriksaan akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat atau grade untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Kalau ditemukan hasil dengan grade 1, bisa langsung ditangani di tiga puskesmas yang sudah kami siapkan. Sedangkan untuk grade 2 dan grade 3, akan dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih lanjut,” paparnya.

Pelaksanaan skrining secara serentak di 16 puskesmas ini, lanjut Wahyu, menjadi strategi untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mempercepat pencapaian target. Ia menyebut, langkah ini penting agar semakin banyak perempuan yang mendapatkan akses deteksi dini.

“Kegiatan ini tidak hanya di Kendalkerep, tetapi serentak di seluruh puskesmas di Kota Malang. Saya hadir di sini untuk melihat langsung, namun secara keseluruhan semua berjalan bersamaan,” tegasnya.

Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga diiringi dengan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan deteksi dini secara berkala. Pemkot Malang berharap, kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker serviks terus meningkat.

Melalui program ini, Pemkot Malang tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga upaya pencegahan yang berkelanjutan. Dengan deteksi dini yang masif, diharapkan angka kasus kanker serviks dapat ditekan dan kualitas hidup perempuan di Kota Malang semakin meningkat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *