Sudutkota.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi melepas penyaluran bantuan sosial (bansos) ke sejumlah wilayah di Malang Raya dari halaman Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan dunia usaha dalam menumbuhkan kepedulian sosial di awal tahun 2026.
Bantuan sosial tersebut disalurkan ke beberapa daerah, mulai dari Kota Batu, Kabupaten Malang, hingga Kota Malang. Wahyu menegaskan, program ini secara khusus menyasar masyarakat Malang Raya yang membutuhkan uluran tangan, terutama kelompok rentan dan kaum dhuafa.
“Hari ini ada kegiatan sosial yang memang diperuntukkan bagi Malang Raya. Tadi kita berangkatkan ke Kota Batu, selanjutnya akan menyusul ke Kabupaten Malang dan Kota Malang,” ujar Wahyu saat memberikan sambutan.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyoroti peran Forum Bina Generasi (FBG) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang beranggotakan pejabat, pengusaha, dan berbagai komunitas di Kota Malang. Ia menekankan agar FBG tidak berhenti sebagai forum pertemuan formal, tetapi mampu melahirkan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“FBG ini saya harapkan menjadi contoh bahwa komunitas tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga punya kepedulian sosial yang konkret. Potensinya besar karena banyak anggotanya bergerak di sektor ekonomi,” tegasnya.
Selain FBG, Wali Kota Malang juga memberikan apresiasi kepada Malang Tahes Club (MTC) yang dinilainya konsisten menjalankan kegiatan sosial. Meski pelepasan dilakukan secara simbolis di Balai Kota Malang, penyaluran bantuan dilaksanakan di berbagai titik di Malang Raya, termasuk Kota Batu.
“MTC bersama mitra-mitranya seperti PLN dan komunitas Harley telah menunjukkan kepedulian sosial yang nyata. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang saat ini benar-benar membutuhkan,” kata Wahyu.
Tak hanya berkiprah di Malang Raya, Wahyu mengungkapkan bahwa MTC juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah di luar Jawa, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya tetap memberi perhatian utama kepada masyarakat di sekitar.
“Bukan hanya membantu saudara-saudara kita di luar daerah, tetapi juga memastikan warga di sekitar kita, kaum dhuafa dan masyarakat rentan di Malang Raya, tidak terabaikan,” imbuhnya.
Menurut Wahyu, meski tergolong komunitas yang relatif baru, kiprah MTC telah membuktikan bahwa aktivitas mereka tidak sebatas agenda seremonial.
“Ini bukti bahwa MTC tidak hanya hadir di forum-forum formal, tetapi juga turun langsung ke masyarakat melalui aksi sosial. Di awal tahun baru ini, semangat kebersamaan dan kepedulian seperti inilah yang harus terus dijaga dan diperkuat,” pungkasnya.






















