Olahraga

Solusikan Balap Liar, Bupati Jember Seriusi Pembangunan Sirkuit di Kawasan Watu Ulo

13
×

Solusikan Balap Liar, Bupati Jember Seriusi Pembangunan Sirkuit di Kawasan Watu Ulo

Share this article
Solusilkan Balap Liar, Bupati Jember Seriusi Pembangunan Sirkuit di Kawasan Watu Ulo
Kawasan lokasi yang akan direncanakam oleh Bupati Fawait untuk dijadikan sirkuit balap di sekitar pantai Watu Ulo.(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Kawasan wisata Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember, tak lama lagi berpotensi punya wajah baru. Bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, lokasi ini kini mulai dilirik sebagai tempat pembangunan sirkuit drag dan road race.

Hal ini juga sempat disampaikan Bupati Jember, Muhamad Fawait yang akan membangun arena sirkuit. Menurut Gus Fawait, sapaan akrabnya, awalnya sirkuit akan dibangun di kawasan Jember Sport Garden (JSG).

“Namun kawasan JSG kurang panjang untuk sirkuit, sehingga alternatifnya dibangun di sekitar Watu Ulo,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Rupanya, rencana pembangunan sirkuit ini bukan hanya isapan jempol belaka. Ini dibuktikan dengan langkah awal yang sudah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Bidang Cipta Karya yang turun langsung melakukan survei lokasi di kawasan tersebut pada, Rabu (8/4/2026)

Survei ini bukan sekadar formalitas. Tim melakukan pengecekan kondisi lahan, pengukuran area, hingga pemetaan kebutuhan teknis. Luasan aset yang disiapkan mencapai sekitar 1,3 hektare.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Jember, Ratna Sariwulan, ST., MT., mengungkapkan, perencanaan lintasan sudah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Untuk road race direncanakan sepanjang 500 meter, sementara drag race 200 meter. Ini hasil mapping planning yang kami lakukan sesuai kondisi lahan,” jelasnya.

Yang menarik, pembangunan sirkuit ini bukan hanya soal fasilitas olahraga. Ada misi yang lebih besar di baliknya.

Selama ini, balap liar masih menjadi persoalan yang meresahkan di sejumlah titik di Jember. Kehadiran sirkuit resmi diharapkan bisa menjadi solusi konkret.

“Ini juga sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda yang memiliki hobi balap, agar bisa tersalurkan di tempat yang aman,” ujar Ratna.

Di sisi lain, keberadaan sirkuit ini juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi. Jika terealisasi, bukan tidak mungkin kawasan Watu Ulo akan berkembang menjadi pusat kegiatan otomotif sekaligus destinasi wisata baru.

DPUPR Jember sendiri menegaskan bahwa proses masih dalam tahap perencanaan awal. Kajian teknis, lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang akan terus dimatangkan sebelum masuk tahap pembangunan.

Namun satu hal yang pasti, langkah ini menjadi sinyal bahwa penanganan balap liar di Jember mulai diarahkan ke solusi yang lebih nyata. Bukan sekadar penertiban, tetapi juga penyediaan fasilitas.

Watu Ulo pun bersiap naik level. Bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga arena bagi adrenalin dan prestasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *