Daerah

Motor Kontes Terseret Kasus Balap Liar, Polisi: Masih Kami Dalami

13
×

Motor Kontes Terseret Kasus Balap Liar, Polisi: Masih Kami Dalami

Share this article
Motor Kontes Terseret Kasus Balap Liar, Polisi: Masih Kami Dalami
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Penanganan kasus balap liar yang sempat viral di Kota Malang masih terus didalami aparat kepolisian. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada, Jumat (20/2/2026) malam, di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo menegaskan, pihaknya kini fokus menelusuri posisi sebenarnya dari pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Hal itu disampaikan AKP Rakhmad, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (27/2/2026) sore kemarin. Ia menyebut, laporan masyarakat terkait kejadian balap liar telah diterima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman.

“Memang ada pelaporan terkait peristiwa balap liar yang viral pada Minggu lalu. Saat ini masih kami dalami apakah yang bersangkutan benar pelaku balap liar atau justru korban yang sedang melintas di lokasi,” ujarnya.

Dari keterangan sementara, polisi menemukan bahwa sepeda motor yang diamankan merupakan motor kontes, bukan kendaraan yang disetel khusus untuk balap liar. Meski demikian, penyidik belum menarik kesimpulan akhir.

“Masih kami dalami apakah yang bersangkutan hanya melintas atau memang ikut berpartisipasi dalam balap liar,” tegasnya.

Terkait warga yang sempat menghalau aksi balap liar, polisi juga mempertimbangkan pendekatan humanis. Pasalnya, warga disebut memiliki niat baik untuk membubarkan kegiatan yang meresahkan tersebut.

“Karena pelaku penghadangan ini warga yang niatnya ingin membubarkan balap liar, nanti akan kami kaji. Apakah dimediasi atau ada langkah lain agar kedua belah pihak bisa saling menerima,” tambah Rakhmad.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Andhika Surya, menuturkan bahwa saat kejadian banyak pengemudi ojek online (ojol) tengah mangkal di sekitar lokasi. Warga kemudian berkoordinasi dengan komunitas ojol untuk membubarkan balap liar secara persuasif.

“Awalnya sudah bubar dan situasi aman. Tapi sekitar 10 sampai 15 menit kemudian ada satu oknum pembalap liar kembali muncul. Dia ngebut dan sempat bleyer di dekat anak-anak yang nongkrong,” ungkap Andhika.

Oknum tersebut lalu dihadang warga bersama driver ojol. Dalam kerumunan sempat terjadi pemukulan, namun Andhika mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukannya.

Motornya kemudian diamankan ke seberang jalan dan dipindahkan ke gang tembus kampung untuk menghindari kemacetan. Tak lama berselang, mobil patroli polisi datang dan kondisi lokasi sudah steril.

Pasca kejadian, aktivitas balap liar di titik tersebut untuk sementara tidak terlihat.

“Sudah sekitar empat hari, dari Selasa sampai Jumat malam, belum ada lagi,” katanya.

Meski demikian, warga berkomitmen tetap mengedepankan langkah persuasif jika kejadian serupa kembali muncul.

“Pertama diperingatkan tanpa kekerasan. Tujuannya supaya tidak ada korban,” tegasnya.

Warga juga berharap pengawasan aparat bisa terus ditingkatkan. Menurut Andhika, polisi sebenarnya rutin berjaga setiap akhir pekan, namun waktu kemunculan balap liar kerap berubah.

“Jam balap liar ini memang tidak bisa diprediksi, sering berganti-ganti,” pungkasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *