Daerah

Jelang Lebaran, DPRD Kota Malang Soroti Potensi Permainan Harga Sembako

15
×

Jelang Lebaran, DPRD Kota Malang Soroti Potensi Permainan Harga Sembako

Share this article
Jelang Lebaran, DPRD Kota Malang Soroti Potensi Permainan Harga Sembako
Anggota DPRD Kota Malang, H. Eddy Widjanarko, S.AP.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pokok dipastikan meningkat. Kondisi ini kerap memicu kenaikan harga sejumlah komoditas sembako di pasaran.

Bahkan, tidak jarang muncul dugaan permainan harga maupun praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari tingginya permintaan menjelang lebaran.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi B, H. Eddy Widjanarko, S.AP. Politisi senior Partai Golkar itu mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mengambil langkah antisipatif dengan memperketat pengawasan distribusi bahan pokok.

Saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026), Eddy Widjanarko menegaskan pentingnya memaksimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) penanganan sembako agar lebih aktif melakukan pengawasan di lapangan.

“Untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan harga sembako, saya mendorong Pemerintah Kota Malang memaksimalkan satgas penanganan sembako dengan melakukan sidak ke distributor maupun gudang-gudang penyimpanan bahan pokok,” ujar Eddy Widjanarko.

Menurutnya, inspeksi mendadak (sidak) perlu dilakukan secara berkala guna memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang berpotensi memicu kelangkaan di pasaran. Terlebih menjelang Lebaran, permintaan terhadap sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur hingga cabai biasanya mengalami peningkatan signifikan.

Ia menilai, momentum hari besar keagamaan sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga demi meraup keuntungan yang lebih besar. Karena itu, pengawasan distribusi harus dilakukan secara serius agar stabilitas harga tetap terjaga.

“Kalau pengawasan tidak dilakukan secara ketat, potensi penimbunan sangat mungkin terjadi. Ini yang harus diantisipasi sejak awal agar harga di pasaran tetap stabil dan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

Selain pengawasan distribusi, Eddy Widjanarko juga meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk memperkuat intervensi pasar melalui kegiatan operasi pasar murah.

Ia mendorong Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), serta BUMD Tugu Tunas untuk menambah volume maupun kuantitas operasi pasar menjelang Lebaran.

Menurutnya, operasi pasar harus dilaksanakan secara lebih masif dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat lingkungan agar benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Saya juga mendorong Dinperdagkop, Dispangtan maupun BUMD Tugu Tunas untuk menambah volume dan kuantitas operasi pasar. Kalau bisa jangkauannya diperluas sampai ke tingkat lingkungan bahkan RT, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

Ia berharap melalui langkah pengawasan distribusi dan peningkatan operasi pasar tersebut, stabilitas harga bahan pokok di Kota Malang dapat tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga yang berlebihan dan tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *