Sudutkota.id – Upaya pemulihan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, mulai direalisasikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bersama Politeknik Negeri Malang (Polinema) menanam ratusan pohon sebagai bentuk komitmen pengembalian fungsi lahan hijau yang sempat berkurang akibat penataan kawasan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah dibahas sebelumnya.
“Untuk tahap awal, kami rencanakan penanaman sebanyak 260 pohon dengan jenis yang sama agar terlihat seragam dan rapi. Dari jumlah itu, 40 pohon sudah ditanam di depan Polinema hingga kawasan TKBG sampai RSUD,” ujar Raymond saat dikonfirmasi, Rabu (11/2).
Raymond menjelaskan, sisa 210 pohon akan ditanam di lingkungan Polinema atas kesediaan dan komitmen institusi pendidikan tersebut. Pohon yang ditanam memiliki lebar tajuk dengan jarak tanam sekitar tiga meter agar pertumbuhannya lebih cepat dan optimal.
“Kami memang menjalankan satu jenis bibit yang sama supaya secara visual terlihat menyatu. Harapannya, kawasan Soekarno-Hatta kembali hijau dan fungsi ekologisnya pulih,” tegasnya.
Lebih lanjut, Raymond mengapresiasi komitmen Polinema yang tidak hanya terlibat dalam penghijauan kawasan kampus, tetapi juga aktif mendukung program lingkungan di masyarakat.
“DLH selama ini juga dibantu Polinema dalam pengembangan Kampung ProKlim. Bahkan, salah satu binaan Polinema, RW 2 Kelurahan Arjosari, berhasil meraih predikat ProKlim Utama tingkat RW,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Malang, Ir. Supriatna Adhisuwignjio, menegaskan bahwa penanaman pohon ini juga merupakan bagian dari upaya pengurangan emisi dan komitmen Polinema menuju kampus hijau berkelanjutan.
“Kawasan Soekarno-Hatta kemarin memang sedang dilakukan penataan. Ada beberapa pohon yang berkurang, sehingga kami bersama DLH berupaya menanam kembali. Ini bentuk tanggung jawab kami,” katanya.
Menurut Supriatna, Polinema menanam sekitar 200 pohon di lingkungan kampus sebagai wujud komitmen nyata terhadap lingkungan. Upaya tersebut sejalan dengan pemenuhan indikator UI GreenMetric yang menjadi acuan kampus berkelanjutan.
“Banyak kriterianya, mulai dari sarana-prasarana, keberadaan tanaman, hingga pengaturan lalu lintas di dalam kampus. Semua itu terus kami penuhi secara bertahap,” jelasnya.
Saat ini, ruang terbuka hijau di kampus Polinema terus bertambah setiap tahun. Meski keterbatasan lahan menjadi tantangan, Polinema tetap mengalokasikan anggaran khusus untuk penghijauan, termasuk pengembangan RTH di kampus PSDKU Polinema di luar Malang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa apa yang sempat berkurang, kini kami kembalikan. Komitmen kampus hijau ini akan terus kami jaga secara berkelanjutan,” pungkasnya.





















