Daerah

Diet Sampah dari Rumah dan Gotong Royong Warga Jadi Kunci Kurangi Beban TPA Kota Batu

68
×

Diet Sampah dari Rumah dan Gotong Royong Warga Jadi Kunci Kurangi Beban TPA Kota Batu

Share this article
Diet Sampah dari Rumah dan Gotong Royong Warga Jadi Kunci Kurangi Beban TPA Kota Batu
Proses pemilahan sampah di TPA.(foto:sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id – Persoalan sampah yang terus meningkat tidak bisa dibebankan pada tempat pengolahan di hilir. Pemerintah Kota Batu mendorong perubahan pola pikir masyarakat melalui gerakan diet sampah dan pemilahan sampah dari rumah.

Dorongan tersebut sebagai langkah paling efektif dan efisien pemerintah daerah untuk menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni menjelaskan kebiasaan membuang sampah tanpa memilah selama membuat proses pengelolaan menjadi lebih berat. Sampah yang tercampur membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya besar hanya untuk proses pemilahan, bahkan sebelum masuk ke tahap pengolahan.

“Tentunya, kondisi tersebut berdampak pada tingginya beban operasional dan memperlambat penanganan sampah secara menyeluruh. Melalui konsep diet sampah, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menghasilkan sampah serta memilahnya sejak dari rumah tangga,” katanya, Senin (8/12/2025).

Upaya tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus meringankan tanggung jawab pengelola TPS 3R dan TPA, baik dari sisi pembiayaan, tenaga kerja, maupun waktu pengelolaan.

Dian menambahkan, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi kunci utama penyelesaian masalah sampah. Menurutnya, pemilahan dari sumber merupakan cara paling sederhana namun berdampak besar.

“Ketika kita konsisten memilah sampah dari rumah, secara langsung kita sedang mengurangi beban waktu, tenaga, hingga biaya yang harus dikeluarkan oleh TPS 3R maupun TPA. Bayangkan jika seluruh warga Kota Batu bergerak bersama, gunungan sampah yang selama ini menumpuk akan berkurang perlahan,” ujar mantan Lurah Sisir tersebut.

Selain itu, manfaat dari pemilahan sampah tidak hanya dirasakan oleh sistem pengelolaan, tetapi juga oleh kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Lingkungan menjadi lebih bersih, nyaman, serta terhindar dari dampak polusi udara akibat praktik pembakaran sampah terbuka yang masih kerap terjadi.

“Jadi semangat gotong royong dalam menjalankan gerakan sangatlah penting. Memilah dan mengurangi sampah tidak akan optimal jika dilakukan secara parsial. Namun, jika setiap rumah tangga mengambil peran dan menjaga konsistensi, dampaknya akan terasa secara kolektif,” katanya.

Apalagi, gotong royong adalah karakter luhur bangsa. Jika diet sampah dan pilah sampah dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga, niscaya akan terwujud masa depan Kota Batu yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kami berharap diet sampah dari rumah kini diharapkan menjadi budaya baru masyarakat Kota Batu. Dengan kesadaran bersama dan langkah sederhana yang dilakukan setiap hari, persoalan sampah diyakini dapat diatasi secara bertahap demi lingkungan yang lestari,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *