Pendidikan

Sekolah Rakyat Jombang Diproyeksikan Tampung 2.000 Siswa, Kemensos Perkuat Pendidikan dan Karakter

16
×

Sekolah Rakyat Jombang Diproyeksikan Tampung 2.000 Siswa, Kemensos Perkuat Pendidikan dan Karakter

Share this article
Sekolah Rakyat Jombang Diproyeksikan Tampung 2.000 Siswa, Kemensos Perkuat Pendidikan dan Karakter
Menteri Sosial, Saifulloh Yusuf saat bertemu dengan wali murid sekolah rakyat terintegrasi 1 Jombang.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul bertemu dengan wali murid, pendamping, serta unsur pemerintah daerah untuk menyosialisasikan program Kementerian Sosial (Kemensos) sekaligus melihat perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang.

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, serta Pemerintah Kabupaten Jombang yang dinilai telah mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat sejak awal.

“Saya berterima kasih kepada Bupati yang sejak awal, Bupati Jombang beserta jajaran, mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini,” kata Gus Ipul, Kamis (22/10/2026).

Ia berharap Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang ke depan dapat beroperasi secara penuh sehingga mampu menampung lebih dari 2.000 siswa pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Menurut Gus Ipul, siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam. Perbedaan tersebut meliputi kemampuan akademik, kebiasaan, budaya, hingga kondisi kesehatan masing-masing siswa.

Karena itu, diperlukan proses adaptasi agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan dan kehidupan di lingkungan sekolah berasrama.

“Kita sebut masa-masa itu sebagai masa matrikulasi, masa saling menyesuaikan. Bahkan, sebagian siswa Sekolah Rakyat harus melalui proses rehabilitasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Gus Ipul mengungkapkan, kondisi siswa ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat sangat beragam. Ada siswa yang sudah memiliki kemampuan membaca dengan baik, tetapi ada pula siswa kelas X SMA yang belum bisa membaca.

Selain itu, sebagian siswa pernah mengalami putus sekolah selama satu hingga dua tahun. Bahkan, ada yang menjadi korban kekerasan maupun terpaksa bekerja di tempat yang tidak semestinya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjalankan fungsi rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.

“Di Sekolah Rakyat ini, di samping edukasi, kita juga ada rehabilitasi sekaligus pemberdayaan sosial,” jelasnya.

Gus Ipul menegaskan, kedisiplinan menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Penguatan kedisiplinan harus diterapkan oleh seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, pemangku kepentingan, hingga para siswa.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kemensos bekerja sama dengan TNI dan Polri. Pendampingan juga melibatkan kadet Universitas Pertahanan (Unhan) guna membantu membangun kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah berasrama.

Pembinaan tersebut mencakup pembiasaan bangun pagi, tidur tepat waktu, menata pakaian, merawat barang pribadi, menjaga kebersihan lingkungan, latihan baris-berbaris, hingga kegiatan kepramukaan.

“Melalui pembiasaan tersebut, siswa diharapkan mampu menjalani rutinitas secara tertib sekaligus membangun karakter, tanggung jawab, dan kemandirian,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan program Sekolah Rakyat secara nasional. Ia menyebut program tersebut telah berjalan selama dua tahun dan menampung sekitar 44.000 siswa.

Sementara itu, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat telah mencapai 100 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik telah beroperasi, sedangkan titik lainnya diharapkan segera menyusul.

Gus Ipul menegaskan, lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, sebagaimana lulusan sekolah lainnya.

Menurutnya, ijazah Sekolah Rakyat memiliki kesetaraan dengan ijazah SD, SMP, dan SMA pada umumnya. Peluang melanjutkan pendidikan akan bergantung pada kemampuan serta potensi masing-masing siswa.

“Pada dasarnya, kita mendampingi sesuai dengan bakat dari siswa Sekolah Rakyat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *