Daerah

Punya 259 Inovasi Terdaftar di Kemendagri, Kota Mojokerto Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Gagasan Kreatif

15
×

Punya 259 Inovasi Terdaftar di Kemendagri, Kota Mojokerto Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Gagasan Kreatif

Share this article
Punya 259 Inovasi Terdaftar di Kemendagri, Kota Mojokerto Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Gagasan Kreatif
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka Mojo City Innovation Expo 2026 di Atrium Sunrise Mall Kota Mojokerto.(Sudutkota.id/Kominfo)

KOTA MOJOKERTO, Sudutkota.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus memperkuat budaya inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hingga 2026, sebanyak 259 inovasi daerah telah tercatat dalam aplikasi inovasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menjadi salah satu modal pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Mojo City Innovation Expo 2026 di Atrium Sunrise Mall, Kota Mojokerto, pada 19–20 Oktober 2026. Pameran yang mengusung tema Ideas into Action, Innovation into Impact ini menghadirkan lebih dari 20 stan inovasi dari berbagai unsur pemerintahan dan daerah.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, secara resmi membuka kegiatan tersebut, pada Senin (19/10/2026) malam. Pameran ini menjadi ruang bagi perangkat daerah dan para inovator untuk memperkenalkan gagasan kreatif sekaligus menunjukkan penerapannya dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ning Ita menegaskan, inovasi tidak seharusnya berhenti pada ide atau sekadar menjadi program administratif. Setiap gagasan perlu dikembangkan dan diterapkan agar mampu menjawab persoalan masyarakat, terutama dalam hal kemudahan akses dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten membuka kesempatan bagi perangkat daerah maupun masyarakat untuk menyampaikan gagasan yang berorientasi pada kebutuhan warga.

“Kami secara konsisten setiap tahun berupaya membuka ruang bagi inovator dan masyarakat yang punya kreativitas untuk menyampaikan ide-ide kreatifnya dalam rangka menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita, baik dalam hal pelayanan publik maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Ning Ita.

Jumlah 259 inovasi yang telah masuk dalam aplikasi inovasi Kemendagri pada 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan ekosistem inovasi di Kota Mojokerto.

Ning Ita mengapresiasi para inovator yang tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mengembangkan dan menjalankan inovasi hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, inovasi yang telah terdaftar tersebut menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi, dengan pelaksanaan minimal dua tahun serta dampak yang dapat diukur.

“Setiap inovasi yang sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri menunjukkan tingkat kematangan yang sangat tinggi. Menunjukkan bahwa inovasi ini sudah dijalankan minimal selama dua tahun dan inovasi ini terukur dampak manfaat nyata bagi masyarakat kita,” tuturnya.

Capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan setiap inovasi terus berkembang, relevan dengan kebutuhan warga, dan memberikan hasil yang dapat dirasakan secara langsung.

Konsistensi pengembangan inovasi turut mengantarkan Kota Mojokerto meraih predikat kota terinovatif se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri selama empat tahun berturut-turut, sejak 2022.

Prestasi tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot Mojokerto untuk mempertahankan kualitas inovasi sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan daerah.

Ning Ita mengajak masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima layanan pemerintah, tetapi juga ikut berkontribusi melalui gagasan yang mampu menyederhanakan prosedur, meningkatkan aksesibilitas, dan menjawab kebutuhan publik.

Melalui Mojo City Innovation Expo 2026, pemerintah berharap pertukaran gagasan dapat mendorong lahirnya inovasi yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.

Selain menampilkan inovasi dari perangkat daerah Kota Mojokerto, kegiatan ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur serta sejumlah pemerintah daerah, yakni Kabupaten Sampang, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri pada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, David Yama, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperluas pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan inovasi pemerintahan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *