Peristiwa

Kardus Tiba-Tiba Terbakar, Api Lahap Toko Buket dan Aksesoris di Turen hingga Rugi Rp500 Juta

23
×

Kardus Tiba-Tiba Terbakar, Api Lahap Toko Buket dan Aksesoris di Turen hingga Rugi Rp500 Juta

Share this article
Kardus Tiba-Tiba Terbakar, Api Lahap Toko Buket dan Aksesoris di Turen hingga Rugi Rp500 Juta
Kobaran api disertai asap hitam membumbung saat kebakaran Jefshop, toko buket dan aksesoris di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Jefshop, toko buket dan aksesoris di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, mengalami kebakaran hebat, Selasa (13/10/2026).

Atas kejadian itu, menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta. Api yang diduga dipicu korsleting listrik itu membesar setelah tumpukan kardus tiba-tiba terbakar.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kejadian kebakaran dengan taksiran kerugian terbesar di Kabupaten Malang pada hari itu.

Berdasarkan laporan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, laporan diterima petugas pukul 13.05 WIB. Lima menit kemudian, unit pemadam diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 13.25 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Malang, Win Haliem, mengatakan kebakaran diketahui setelah seorang karyawan mendapati tumpukan kardus tiba-tiba terbakar. Api kemudian membesar sehingga bantuan petugas segera diminta.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, karyawan mendapati tumpukan kardus yang tiba-tiba terbakar. Api kemudian membesar sehingga segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran,” ujar Win saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Rabu (14/10/2026).

Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih merujuk pada laporan kejadian yang diterima petugas. Dampak materialnya cukup besar, dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp500 juta.

Petugas Damkar Kabupaten Malang dari Regu 3 mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U-04 dan U-08, dengan lima personel untuk melakukan pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 15.20 WIB, setelah petugas berjibaku selama hampir dua jam sejak tiba di lokasi.

Sejumlah unsur turut membantu penanganan, di antaranya Pindad, Krebet, Puskesmas, PMI, kepolisian, Koramil, perangkat kecamatan, dan Lintamal.

Win mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik dan keberadaan material mudah terbakar di dalam bangunan. Tumpukan kardus dapat mempercepat penjalaran api ketika tersulut.

“Instalasi listrik harus dipastikan aman dan barang-barang yang mudah terbakar perlu diperhatikan penempatannya. Jika muncul tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tegas Win.

Selain kebakaran rumah di Turen, Damkar Kabupaten Malang juga menangani enam kejadian kebakaran lainnya pada Selasa (13/10/2026). Rentetan peristiwa tersebut menyasar rumah dan sejumlah lahan di beberapa kecamatan.

Di Desa Sawahan, Kecamatan Turen, lahan tebu dan bambu seluas sekitar 100 meter persegi terbakar. Api berhasil dipadamkan pukul 11.30 WIB, sedangkan sumber api belum diketahui.

Kebakaran lahan bambu juga terjadi di Desa Darungan, Kecamatan Wagir, dengan luas area sekitar 200 meter persegi. Petugas berhasil memadamkan api pada pukul 12.30 WIB.

Sementara di kawasan Blobo, Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, lahan bambu seluas sekitar 150 meter persegi terbakar dan berhasil dipadamkan pukul 14.45 WIB.

Di Desa Wajakbaran, Kecamatan Wajak, rumah milik Supriono (62), turut terbakar. Api diketahui berasal dari area gudang kayu di belakang rumah. Luas area terdampak dilaporkan sekitar 20 meter persegi, dengan taksiran kerugian material mencapai Rp200 juta. Api berhasil dipadamkan pukul 14.45 WIB.

Kebakaran lahan tebu seluas sekitar satu hektare juga terjadi di Desa Gunung Kelop, Kecamatan Dampit. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi Damkar Kabupaten Malang. Api akhirnya berhasil dipadamkan pukul 16.45 WIB, sedangkan penyebab kebakaran belum diketahui.

Sementara itu, kebakaran dengan cakupan lahan paling luas terjadi di lahan jati milik Perhutani di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare. Area yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare. Petugas tiba di lokasi pukul 20.45 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 22.00 WIB. Sumber api masih belum diketahui.

Dari rangkaian kejadian tersebut, dua kebakaran rumah di Turen dan Wajak mencatat taksiran kerugian material gabungan sekitar Rp700 juta. Angka tersebut belum mencakup kemungkinan kerugian dari kebakaran lahan lainnya yang belum tercatat secara terperinci.

Win kembali menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka. Pelaporan sejak awal dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Begitu mengetahui adanya kebakaran, segera hubungi petugas. Jangan menunggu api membesar karena semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula upaya penanganan bisa dilakukan,” pungkas Win.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *