Nasional

9 Anggota AHWA Sepakat, KH Miftahul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU 2026-2033

5
×

9 Anggota AHWA Sepakat, KH Miftahul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU 2026-2033

Share this article
9 Anggota AHWA Sepakat, KH Miftahul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU 2026-2033
Rapat Ahwa yang digelar di ndalem kasepuhan Ponpes Tambakberas.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2033.

Keputusan tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar setelah sembilan anggota AHWA menggelar musyawarah tertutup di dalem KH Abdul Wahab Chasbullah, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026) malam.

Musyawarah AHWA berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Sembilan anggota AHWA membahas dan menentukan sosok yang akan menjadi Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2026-2033.

“Tadi kami bersembilan rapat bersama di dalem Mbah Wahab Chasbullah,” ujar KH Anwar Iskandar saat menyampaikan laporan hasil musyawarah AHWA, Senin (31/8/2026).

Musyawarah diawali oleh KH Nurul Huda Jazuli dan dipimpin KH Miftahul Akhyar. Dalam forum tersebut, KH Miftahul Akhyar hadir dalam kapasitas sebagai mantan Rais Aam PBNU.

Menurut KH Anwar, penetapan Rais Aam PBNU dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Mekanisme tersebut dinilai sesuai dengan prinsip permusyawaratan dalam Al-Qur’an sekaligus nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Musyawarah mufakat yang itu sesuai dengan perintah Al-Qur’an, wasyawirhum fil amr. Di samping itu sesuai dengan istilah Pancasila, yaitu hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” katanya.

Melalui musyawarah mufakat tersebut, sembilan anggota AHWA akhirnya menetapkan KH Miftahul Akhyar untuk kembali memimpin sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2033.

Penetapan KH Miftahul Akhyar sekaligus melanjutkan mekanisme penentuan Rais Aam PBNU melalui forum AHWA. KH Anwar menyebut mekanisme serupa juga diterapkan dalam Muktamar NU di Lampung.

“Pemilihan ini sama dengan Muktamar di Lampung lalu, dipimpin Kiai Makruf Amin. Kali ini juga dipimpin Kiai Miftah sebagai mantan Rais Aam terdahulu,” ujarnya.

KH Anwar menegaskan keputusan tersebut diambil setelah seluruh anggota AHWA melakukan musyawarah secara tertutup.

Dengan ditetapkannya KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU, tahapan Muktamar ke-35 NU selanjutnya berlanjut pada proses penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Penetapan Rais Aam PBNU melalui AHWA menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *