Daerah

Yordan Batara Goa Soroti Kinerja BUMD Jatim, Minta Rekrutmen Direksi dan Komisaris Dievaluasi

17
×

Yordan Batara Goa Soroti Kinerja BUMD Jatim, Minta Rekrutmen Direksi dan Komisaris Dievaluasi

Share this article
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Yordan Batara Goa, saat diwawancarai usai rapat paripurna DPRD Jawa Timur. (Foto: Sudutkota.id/Ozzy)

Sudutkota.id – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menyoroti perlunya pembenahan serius terhadap kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) di Jawa Timur. Menurutnya, sejumlah BUMD belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Yordan menilai, hingga saat ini masih terdapat BUMD dengan performa yang belum maksimal. Selain itu, banyak aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

“Dari sisi kinerja menurut kami masih belum baik. Kemudian masih banyak aset yang idle dan belum dimanfaatkan secara maksimal,” kata Yordan usai rapat paripurna DPRD Jawa Timur.

Ia juga menyoroti mekanisme rekrutmen direksi dan komisaris BUMD yang dinilai perlu dievaluasi agar lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan.

Menurut Yordan, evaluasi tersebut penting untuk memastikan posisi strategis di BUMD diisi oleh figur yang memiliki kompetensi dan kemampuan manajerial yang baik.

Terkait polemik besaran gaji direksi BUMD yang sempat menjadi perhatian publik, Yordan menyebut persoalan tersebut telah mendapat klarifikasi dari Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Meski demikian, ia menegaskan fokus utama DPRD bukan pada nominal gaji, melainkan pada capaian kinerja direksi dan komisaris dalam meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap PAD Jawa Timur.

“Fokus kami adalah bagaimana komisaris dan direksi ini mampu meningkatkan kinerja perusahaan sehingga benar-benar bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yordan mendorong adanya sinergi antarbadan usaha milik daerah guna memperkuat permodalan dan pengembangan usaha.

Ia mencontohkan, BUMD yang mengalami keterbatasan modal dapat menjalin kolaborasi dengan Bank Jatim maupun Bank UMKM Jatim agar potensi usaha yang ada dapat berkembang lebih optimal.

“Kalau ini benar-benar bersinergi, baik sesama BUMD maupun dengan Bank Jatim dan Bank UMKM, saya yakin masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan,” tuturnya.

Yordan optimistis, melalui kolaborasi dan pembenahan tata kelola, perusahaan-perusahaan BUMD di Jawa Timur dapat berkembang lebih baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *