Daerah

Profil Gus Idris di Tengah Dugaan TPKS: Pendakwah Malang yang Disebut Santun dan Pemaaf

4
×

Profil Gus Idris di Tengah Dugaan TPKS: Pendakwah Malang yang Disebut Santun dan Pemaaf

Share this article
Sosok Gus Idris (Muhammad Idris Al-Marbawy), pendakwah asal Malang yang kini tengah menjadi sorotan publik terkait laporan dugaan TPKS di Polres Malang. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Nama Muhammad Idris Al-Marbawy atau yang dikenal sebagai Gus Idris kini menjadi sorotan publik setelah dilaporkan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) ke Polres Malang. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, sosok dan rekam jejak pendakwah asal Malang tersebut turut menjadi perhatian.

Gus Idris memiliki nama lengkap Muhammad Idris Al-Marbawy. Ia lahir di Malang pada 21 September 1990 dan dikenal sebagai pendakwah sekaligus praktisi pengobatan nonmedis. Namanya mulai dikenal luas melalui kanal YouTube “Gus Idris Official” yang berisi ceramah keagamaan, ruqyah, serta pengobatan alternatif.

Selain aktif berdakwah di berbagai majelis, ia juga mengembangkan usaha di bidang herbal melalui PT Gio Berkah Abadi. Aktivitasnya di media sosial membuatnya memiliki basis pengikut yang cukup besar, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Malang Raya.
Dari sisi pendidikan, Gus Idris disebut menempuh pendidikan di SMP Riyadlul Qur’an, SMA Pakisaji, kemudian melanjutkan ke Universitas Islam Raden Rahmat serta STIF Alfarabi Kepan, Malang. Ia juga dikenal sebagai putra dari Kiai Rodiyallah dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

Gaya dakwahnya dinilai lugas dan mudah diterima kalangan muda. Sejumlah jamaah menyebut ia tampil sederhana dan komunikatif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Kuasa hukum Gus Idris, Guntur Putra Abdi Wijaya, SH, yang juga merupakan salah satu santrinya, menggambarkan kliennya sebagai pribadi yang santun dan mengedepankan persaudaraan.

“Beliau ini orangnya selalu membuka pintu maaf. Dalam setiap permasalahan, yang dikedepankan adalah ukhuwah dan saling memaafkan,” ujar Guntur, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, dalam menghadapi persoalan apa pun, Gus Idris lebih memilih jalur kekeluargaan dibanding memperkeruh suasana. Sikap tenang, sopan, dan tidak mudah terpancing emosi disebut menjadi karakter yang dikenal para santri.

“Selama ini tidak ada persoalan dengan santri maupun jamaah. Beliau lebih menekankan persaudaraan,” tambahnya.

Di tengah aktivitas dakwah dan bisnisnya, Gus Idris kini menghadapi laporan dugaan TPKS yang tengah ditangani penyidik Satreskrim Polres Malang. Laporan tersebut mencuat setelah seorang talent perempuan mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dengan modus tawaran pekerjaan shooting. Pengakuan itu viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan dan saat ini masih melakukan pendalaman dengan memintai keterangan sejumlah pihak.

Melalui kuasa hukumnya, Gus Idris menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan menghormati mekanisme penyelidikan.

“Kami siap kooperatif. Kami juga berharap masyarakat tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” tegas Guntur.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *