Sudutkota.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-11 dalam sebuah resepsi yang digelar di Kantor DPD PSI Kota Malang, Ruko WOW Blok PA 1 No. 23, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Sabtu (15/11/2025) malam. Perayaan ini menjadi titik penting dalam upaya memperkuat konsolidasi kader dan memperluas basis dukungan PSI di Malang Raya.
Acara dihadiri jajaran pengurus, kader, simpatisan, serta sejumlah tokoh PSI. Hadir pula Ketua DPD PSI Kabupaten Malang sekaligus Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, dan Politikus PSI, Endang Tirtana, yang turut memberikan pandangan strategis terkait arah perjuangan partai ke depan.
Kegiatan resepsi juga melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia konsumsi, sebagai bentuk komitmen PSI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Ketua DPD PSI Kota Malang, H. Dedi Sumanto, SE, menegaskan bahwa HUT PSI tahun ini tidak hanya bertumpu pada perayaan semata, tetapi dirancang dengan tiga kegiatan utama yang bertujuan memperkuat gerak kader.
“Besok pagi ada solidaritiran yang pesertanya sudah lebih dari 2.500 orang. Bahkan bisa menyentuh 3.000. Siangnya ada sekolah kader dan sekolah saksi dengan sekitar 1.200 peserta. Ini bagian dari keseriusan PSI dalam meningkatkan kapasitas kader,” ujarnya.
Dedi menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut menandai keseriusan PSI Kota Malang dalam memantapkan struktur kaderisasi dan memperluas jangkauan ke masyarakat.
Dedi Sumanto menegaskan kesiapan partainya menghadapi tantangan politik ke depan.
“Tantangan semakin besar. Karena itu seluruh pengurus—dari tingkat ranting hingga DPC—harus solid. PSI harus hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pengurus lama dan baru menjadi kunci menguatnya gerakan PSI di Kota Malang.
Sementara itu dalam sambutannya, Ali Muthohirin menyampaikan apresiasi besar atas kerja DPD PSI Kota Malang yang dinilai sangat solid, kreatif, dan progresif.
“DPD Kota Malang ini luar biasa. Kursinya baru dua, tapi gerakannya seperti organisasi besar. Saya sebagai Ketua DPD Kabupaten saja sampai iri karena belum bisa membuat acara sebesar ini,” ungkapnya.
Ali menjelaskan bahwa 11 tahun perjalanan PSI bukan sekadar tentang posisi politik, melainkan tentang pengabdian.
“Membesarkan PSI bukan soal siapa nanti dapat apa. Ini soal nilai perjuangan. Jika PSI besar, maka keberhasilan itu adalah milik masyarakat Kota Malang, bukan personal.”
Ia juga mengingatkan bahwa masing-masing kader harus menjadi figur yang bermanfaat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Tidak semua harus nyalon. Ada yang bertugas menggerakkan konsolidasi, ada yang bekerja di akar rumput. Semua itu penting dalam perjuangan.” imbuhnya.
Politikus PSI Endang Tirtana turut memberikan penguatan ideologis dengan menjelaskan alasan PSI memilih gajah sebagai logo baru.
“Gajah adalah hewan dengan ingatan paling kuat. Itu simbol bahwa kader PSI harus selalu ingat janjinya. Janji kepada masyarakat harus ditepati,” tegasnya.
Selain itu, gajah juga mencerminkan kesetiaan. “Kader PSI harus setia. Setia pada perjuangan, setia pada rakyat, setia pada kerja kolektif. Tanpa itu, partai tidak akan besar.” tegas Endang.
Endang mengingatkan bahwa kekuatan PSI bukan pada retorika, tetapi pada kedekatan kader dengan masyarakat di level paling bawah.
“Jadilah orang yang diandalkan tetangga. Kalau setiap pengurus hadir di tengah masyarakat, PSI akan besar dengan sendirinya,” pungkasnya.






















