Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang bersama Dinas Perhubungan dan Polresta Malang Kota menggelar kegiatan Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Selasa (23/7/2025).
Operasi yang digelar di Jalan Raya Langsep, tepatnya di depan Masjid Al-Ikhlas, menyasar kendaraan angkutan orang, angkutan barang, hingga angkutan khusus.
Tak sekadar penertiban lalu lintas, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi terpadu dalam menjaga kestabilan distribusi barang dan pengendalian inflasi di Kota Malang. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir dan memantau langsung pelaksanaan operasi di lapangan.
“Kegiatan ini berbeda dari sekadar razia lalu lintas seperti Operasi Patuh Semeru. Kami dari Pemerintah Kota bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ikut terlibat karena ini menyangkut pergerakan logistik dan dampaknya terhadap inflasi. Jadi, kami tidak hanya bicara soal lalu lintas, tapi juga tentang stabilitas harga dan distribusi barang,” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan, bahwa pihaknya ingin memastikan bahwa jalur distribusi barang, khususnya logistik kebutuhan pokok, benar-benar berjalan lancar. Sebab, menurutnya, keterlambatan distribusi dapat berujung pada kelangkaan dan kenaikan harga di pasar, yang menjadi pemicu inflasi.
“Contohnya, saat minggu lalu kami evaluasi bersama beberapa kementerian, ada laporan distribusi daging ke pasar yang terlambat. Ini harus dicari tahu apakah kendalanya ada di transportasi, cuaca, atau lainnya. Maka dari itu, hari ini kita cek langsung di lapangan,” katanya.
Dalam operasi yang berlangsung sejak pagi, tim gabungan memeriksa kendaraan satu per satu. Hingga pukul 10.30 WIB, sebanyak 187 kendaraan telah diperiksa.
Sejumlah pelanggaran ditemukan, mulai dari kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi teknis kendaraan, hingga trayek yang tidak sesuai perizinan.
Beberapa kendaraan diberikan teguran oleh petugas, termasuk yang belum memenuhi syarat keselamatan atau tidak membawa dokumen wajib seperti KIR.
Wali kota juga sempat berdialog dengan sejumlah pengemudi angkutan barang untuk menelusuri asal dan tujuan muatan mereka. Salah satu sopir truk asal Karanganyar, Jawa Tengah, mengangkut beras menuju pasar di Kota Malang.
Dari penelusuran tersebut, pemerintah dapat memetakan jalur distribusi dan memonitor potensi hambatan di lapangan.
“Kami ingin tahu barang dari mana ke mana, siapa pengangkutnya, dan apakah jalur distribusinya aman. Ini penting sebagai data kita dalam menyusun strategi pengendalian harga. Apalagi di tengah fluktuasi ekonomi nasional seperti saat ini,” terang Wahyu.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak seperti Dishub, Polresta, dan TPID dalam operasi ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah dituntut untuk aktif menjaga stabilitas daerah, termasuk dalam hal pengendalian inflasi, sesuai arahan pemerintah pusat.
“Setiap daerah harus patuh pada parameter inflasi yang ditetapkan. Pemerintah pusat menilai kinerja daerah salah satunya dari seberapa sigap kita menjaga stabilitas harga. Maka dari itu, kita rutin evaluasi dan turun langsung seperti ini,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi pengemudi angkutan umum dan barang agar lebih sadar pentingnya keselamatan berkendara serta kelengkapan kendaraan.
“Kami tidak hanya menindak, tapi juga mengedukasi. Keselamatan pengemudi dan kelancaran distribusi barang adalah dua hal penting yang harus dijaga bersama,” tutup Wahyu.(mit)






















