Sudutkota.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan pada gedung parkir di kawasan Kayutangan Heritage. Temuan tersebut didapat setelah ia melakukan pengecekan langsung saat malam pergantian Tahun Baru 2026.
Dalam peninjauan itu, Wahyu menemukan beberapa persoalan teknis yang perlu segera dibenahi, mulai dari penataan area parkir yang belum rapi hingga adanya bagian bangunan yang mengalami kebocoran. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan pengguna jasa parkir.
“Waktu malam tahun baru kami cek, memang masih ada beberapa kekurangan. Ada yang masih ngambang, ada juga yang bocor, sehingga pengendara yang parkir merasa kurang nyaman,” ujar Wahyu, Jumat (2/1/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Malang telah meminta pihak terkait agar seluruh kekurangan tersebut segera diselesaikan, baik dari sisi perbaikan bangunan maupun penataan fasilitas. Target penyelesaian ditetapkan paling lambat 7 Januari 2026.
Sebagai bentuk sosialisasi sekaligus masa uji coba operasional, Pemkot Malang memutuskan menggratiskan tarif parkir selama satu minggu. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan gedung parkir terpusat di kawasan wisata heritage tersebut.
Dalam penerapannya, seluruh kendaraan roda dua diwajibkan masuk ke dalam gedung parkir. Sementara itu, badan jalan di sepanjang kawasan Kayutangan hanya diperbolehkan untuk parkir kendaraan roda empat guna menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Wahyu mengungkapkan, sejumlah pengendara sepeda motor memberikan respons positif terhadap kebijakan tersebut. Mereka menilai parkir di gedung lebih aman, tertata, dan relatif dekat dengan pusat keramaian serta aktivitas wisata di kawasan Kayutangan Heritage.
“Beberapa pengendara justru senang karena lebih terjamin keamanannya dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Tempatnya juga lebih tertata,” katanya.
Menurutnya, parkir di gedung tertutup juga dinilai mampu meminimalkan risiko kehilangan kendaraan dibandingkan parkir di ruang terbuka, karena pengawasan dilakukan secara lebih terkontrol.
“Kalau parkir di tempat terbuka kan ada kekhawatiran. Di sini lebih terkontrol,” pungkas Wahyu.






















