Ekonomi Bisnis

Transformasi Digital Bank Jombang Dorong Aset Tembus Rp1,17 Triliun

6
×

Transformasi Digital Bank Jombang Dorong Aset Tembus Rp1,17 Triliun

Share this article
PT BPR Bank Jombang (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai bank milik daerah yang menyeimbangkan kinerja bisnis dengan layanan publik.
Bank Jombang Tower yang ada di jalan Presiden KH. Abdurrahman Wahid No.153 - 155. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– PT BPR Bank Jombang (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai bank milik daerah yang menyeimbangkan kinerja bisnis dengan layanan publik.

Hingga akhir 2025, Bank Jombang mencatat pertumbuhan aset menjadi Rp1,17 triliun, didukung inovasi layanan digital, penguatan SDM, dan tata kelola perusahaan.

Direktur Bank Jombang Afandi Nugroho melalui Kepala Bagian Auditor Bank Jombang, Izza, mengatakan operasional perseroan dijalankan dengan orientasi 30 persen laba dan 70 persen layanan publik.

“Sebagai BPR milik Pemerintah Kabupaten Jombang, prinsip ini menjadi fondasi kami dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus kebermanfaatan sosial,” ujar Izza, Minggu (08/02/2026).

Sebagai BUMD berbentuk Perseroan Daerah, Bank Jombang memfokuskan layanan perbankan pada sektor UMKM, IKM, petani, koperasi, serta masyarakat Jombang, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Dari sisi kinerja keuangan, total aset Bank Jombang meningkat dari Rp1,12 triliun pada 2024 menjadi Rp1,17 triliun pada 2025 atau tumbuh 4,66 persen. Kredit yang diberikan (KYD) naik 9,49 persen menjadi Rp877,36 miliar, sementara laba sebelum pajak melonjak 28 persen menjadi Rp19,55 miliar.

Rasio keuangan juga menunjukkan perbaikan, dengan ROA meningkat dari 1,48 persen menjadi 1,74 persen dan NIM naik dari 6,97 persen menjadi 7,65 persen. Permodalan tetap kuat dengan CAR di level 19,43 persen.

Menurut Izza, pertumbuhan tersebut ditopang oleh inovasi produk dan penyaluran kredit produktif, seperti Kredit Umum, Kredit SPPG untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta kredit channeling.

“Ini sekaligus memperkuat dukungan kepada UMKM dan program pemerintah,” ujarnya.

Di sisi penghimpunan dana, Bank Jombang mencatat pertumbuhan tabungan melalui pengembangan Produk SIMARMAS.

“SIMARMAS HOKI berhasil menghimpun dana Rp13,17 miliar, SIMARMAS New Scoopy Rp8,3 miliar, SIMARMAS 100 sebesar Rp5,6 miliar, serta Tabungan Berhadiah Simpati Extra Rp11,2 miliar per Desember 2025,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Bank Jombang kini hadir di seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang.

Transformasi digital diperkuat melalui layanan ATM Cardless, mobile banking my Bank Jombang, pengajuan kredit online, pembukaan rekening online, QRIS Bank Jombang, E-Deposito, hingga layanan berbasis WhatsApp WA Mas BJo.

Bank Jombang juga mendukung digitalisasi transaksi desa melalui implementasi Siskeudes Non Tunai Desa serta menyalurkan berbagai bantuan sosial, seperti BLT Dana Desa, BLT DBHCHT, dan insentif Guru TPQ melalui Tabungan SIWBANGTIS.

Di internal perusahaan, Bank Jombang menerapkan sistem digital seperti Loan Origination System (LOS), SIBERKAH, SIPAS, serta Memo Internal Online guna memperkuat efektivitas operasional dan manajemen risiko.

Dalam aspek tata kelola, Bank Jombang konsisten menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pada 2025, skor GCG Bank Jombang meraih peringkat komposit 2 dengan predikat Baik.

Sebagai BUMD, kontribusi Bank Jombang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat. Setoran PAD naik signifikan dari Rp2,79 miliar pada 2020 menjadi Rp8,34 miliar pada 2024.

“Setoran PAD yang terus meningkat menjadi indikator bahwa Bank Jombang dikelola secara sehat dan memberi manfaat fiskal langsung bagi daerah,” kata Izza.

Atas kinerja dan inovasi tersebut, Bank Jombang meraih sejumlah penghargaan bergengsi sepanjang 2025, di antaranya TOP BUMD Awards 2025 Bintang 5, TOP GRC Awards, TOP Digital Awards 2025 Bintang 4, serta TOP Human Capital Awards 2025 Bintang 3. Pada 2026, Bank Jombang kembali masuk kandidat peraih TOP BUMD Awards.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *