Daerah

Tinjau Persiapan Harlah 1 Abad NU di Gajayana, Khofifah Pilih Bungkam dan Langsung Tinggalkan Lokasi

10
×

Tinjau Persiapan Harlah 1 Abad NU di Gajayana, Khofifah Pilih Bungkam dan Langsung Tinggalkan Lokasi

Share this article
Tinjau Persiapan Harlah 1 Abad NU di Gajayana, Khofifah Pilih Bungkam dan Langsung Tinggalkan Lokasi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan pelaksanaan mujahadah Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (4/2/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan pelaksanaan mujahadah Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (4/2/2026). Namun usai melakukan peninjauan, Khofifah memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media dan langsung meninggalkan lokasi.

Saat didekati wartawan untuk dimintai pernyataan, Gubernur Jatim hanya menyampaikan singkat agar wawancara dilakukan dengan Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU. Setelah itu, Khofifah langsung berjalan menuju kendaraan dinasnya tanpa memberikan penjelasan lanjutan.

“Langsung ke ketua panitia saja,” ucap Khofifah singkat sebelum masuk ke mobil dinas.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, pengamanan, serta sarana dan prasarana menjelang pelaksanaan mujahadah Harlah Satu Abad NU yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU, Masykuri Bakrie, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi dengan melibatkan berbagai pihak lintas wilayah dan lintas institusi.

“Kami sudah mempersiapkan segala hal yang terkait dengan mujahadah ini. Baik keamanan, fasilitas sarana prasarana, petugas, hingga sinkronisasi antarinstansi sudah kami lakukan. Peran Wali Kota Malang sebagai panitia lokal luar biasa, OPD-OPD terkait digerakkan,” ujar Masykuri.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Harlah Satu Abad NU melibatkan sinergi Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kota Batu, dan Kabupaten Malang, serta didukung penuh unsur pengamanan dari TNI dan Polri.

“Polda terlibat, Pangdam V/Brawijaya terlibat, semuanya terlibat. Tidak lepas pula dari dukungan masyarakat yang luar biasa. Bahkan dari gereja-gereja mendukung, dari Muhammadiyah mendukung, dan dari berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya,” tegasnya.

Masykuri juga menyampaikan bahwa dalam peninjauan tersebut, Gubernur Jawa Timur memberikan sejumlah catatan penyempurnaan agar pelaksanaan mujahadah benar-benar terasa gebyar dan khidmat, termasuk kelengkapan simbol-simbol kebangsaan.

“Bu Gubernur tadi melengkapi, bagaimana gebyarnya acara mujahadah ini bisa terasa sekali. Simbol-simbol juga perlu dilengkapi, termasuk pemasangan bendera Merah Putih,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini progres persiapan telah mencapai 95 persen. Sisa 5 persen merupakan kebutuhan teknis yang masih dalam proses penyelesaian.

“Beberapa perlengkapan memang belum datang, seperti tenda. Insyaallah mulai besok sudah datang dan langsung dipasang,” jelas Masykuri.

Terkait cuaca yang masih berpotensi hujan, panitia juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan berkoordinasi bersama BMKG serta unsur keagamaan.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas menjadi faktor krusial dalam menyukseskan mujahadah Harlah Satu Abad NU yang diperkirakan dihadiri lebih dari 100 ribu jemaah.

“Sekitar 80 persen keberhasilan acara ini ditentukan oleh pengaturan pergerakan lalu lintas keluar masuk jemaah. Jumlah jemaah sekitar 100 ribu orang dan masih berpotensi bertambah,” ujar Wahyu.

Ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus dimatangkan.

“Insyaallah Bapak Presiden akan hadir. Tim dari Sekretariat Presiden juga sudah berada di Malang. Jika Presiden hadir, pengamanan akan disesuaikan dan dikoordinasikan bersama Forkopimda,” ungkapnya.

Pemkot Malang bersama Forkopimda telah menyiapkan skema pengamanan terpadu, zonasi maktab, alur keluar masuk jemaah, hingga pengaturan jam kedatangan untuk mengantisipasi kepadatan dan kemacetan di dalam kota.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah bisa mengikuti mujahadah dengan aman, tertib, dan nyaman,” pungkas Wahyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *