Daerah

Tambah Layanan Gizi, SPPG Sukoharjo 2 Klojen Resmi Diluncurkan

15
×

Tambah Layanan Gizi, SPPG Sukoharjo 2 Klojen Resmi Diluncurkan

Share this article
Tambah Layanan Gizi, SPPG Sukoharjo 2 Klojen Resmi Diluncurkan
SAMBUTAN: Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Dr. Harjito B, SST, MSi memberikan sambutan di launching SPPG Sukoharjo 2, Jumat (27/3/2026).(foto:sudutkota.id/gan)

Sudutkota.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 2 di Jalan Aris Munandar, Klojen, Kota Malang, resmi beroperasi. Fasilitas ini dikelola oleh Yayasan Sinergy An Nahl Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung program pemenuhan gizi nasional.

Perwakilan Yayasan Sinergy An Nahl Indonesia, Ahmad R. Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan operasional SPPG secara matang sejak lama, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Kami sudah menyiapkan SPPG ini sejak November 2025. Mulai dari dapur, relawan, kebersihan, hingga penyusunan menu sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, yayasan membuka diri terhadap pola pengawasan berkelanjutan agar pelayanan tetap sesuai standar.

“Kami berharap SPPG ini terus mendapat pengawasan agar hasilnya sesuai prosedur. Kami berusaha melayani sepenuh hati dan istiqomah menjalankan amanah ini,” tambahnya.

Sementara, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional, Dr. Harjito B, SST, MSi mengungkapkan bahwa kebutuhan SPPG di Kota Malang mencapai 87 unit.

Hingga saat ini, baru 75 unit yang tersedia, sehingga masih sangat diperlukan tambahan untuk memenuhi target tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian lokal guna mendukung ketersediaan bahan baku.

“Potensi pertanian di Kota Malang perlu dikembangkan agar bahan baku bisa dipenuhi dari dalam Kota Malang, sehingga tidak perlu bergantung pada pasokan luar daerah,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan dari berbagai pihak, Dinas Kesehatan, dinilai penting menjaga kualitas layanan, mulai dari sertifikasi hingga standar gizi makanan. Harjito menambahkan, sejauh ini pelaksanaan program di Kota Malang berjalan cukup baik.

Namun, terdapat satu SPPG yang sempat dihentikan operasionalnya karena tidak memenuhi standar kualitas menu dan gizi. Dalam pelaksanaan, program MBG juga memprioritaskan pUMKM lokal sebagai penyedia kebutuhan.

Hal ini diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat perputaran ekonomi lokal. “Jangan sampai ada praktik-praktik mark up. Program ini harus memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, turut mengapresiasi kehadiran SPPG Sukoharjo 2. Ia menyebut, program ini memiliki dampak luas, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi masyarakat.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi launching SPPG ini. Target 87 unit, insyaAllah bisa terpenuhi secara bertahap,” ujarnya. Menurutnya, program ini memiliki efek berganda terutama dalam meningkatkan perputaran ekonomi dari hulu hingga hilir.

“Dana yang dikucurkan Badan Gizi Nasional harus bisa dirasakan masyarakat. Perputaran ekonomi terjadi mulai dari sektor produksi hingga distribusi,” jelasnya.

Wahyu juga menyoroti dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan masyarakat sekitar sebagai relawan. “Kami juga berterima kasih karena warga sekitar dilibatkan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan potensi lokal, khususnya di sektor pangan, agar manfaat program dapat terus dirasakan secara berkelanjutan. “Berdayakan potensi yang kita miliki agar perputaran ekonomi dari program MBG ini tetap terjaga,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *